Most Recent

Perkiraan Cuaca BMKG

info prakiraan cuaca


Sumber : http://bmkg.go.id/hp/cuacan2.html

Fauza Tuesday, November 1, 2016
Peta Persebaran Pertanian Indonesia
Salah satu provinsi di Indonesia adalah Sumatera Barat. Ibu kota Sumatera Barat adalah Padang. Kota Padang merupakan pintu gerbang ke Ranah Minang, sebutan lain untuk Sumatera Barat. Sumatera Barat terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya Air Terjun Lembah Anai. Sumatera Barat juga kaya dengan sumber daya alam, di antaranya karet, kayumanis, kopi, semen, teh, dan batubara.Selain rendang, Sumatera Barat terkenal dengan Keripik Balado. Keripik Balado adalah keripik yang terbuat dari singkong yang diiris tipis. Keripik di goreng dan dicampur dengan bumbu dan cabai.

Sumber daya alam adalah kekayaan alam yang merupakan ciptaan Tuhan untuk kebutuhan manusia. Setiap daerah memliki sumber daya alam yang berbeda dengan daerah lain. Sumber daya alam ini sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Hal ini harus kita syukuri. Sumber daya alam di sekitar kita  antara lain sebagai berikut:Tanah dan segala yang dapat diusahakan di atasnya. Misalnya, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Bahan galian / tambang, yaitu bahan yang terdapat di dalam tanah. Misalnya: minyak bumi, batu bara, besi, tembaga, nikel, timah, dan lain-lain. Kekayaan alam yang ada di laut, sungai, dan danau. Misalnya, ikan, udang, mutiara, rumput laut, garam, dan lain-lain. Keindahan alam, misalnya pantai pasir putih, danau, lembah, gunung, air terjun, hutan, dan sebagainya.

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup, agar manusia yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita hidup lebih sejahtera. Sumber daya alam terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, dan udara. Contoh dasar sumber daya alam: seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, dan hewan.

A. Sumber daya alam berdasarkan jenis:
  • Sumber daya alam hayati/biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup contoh: tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan lain-lain
  • Sumber daya alam nonhayati/abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. contoh: bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan:
  • Sumber daya alam yang dapat diperbaharui/renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. contoh: air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain.
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui/nonrenewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. contoh: minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
  • Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya/unlimited contoh: sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
  • Sumber daya alam penghasil bahan baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilaigunanya akan menjadi lebih tinggi. contoh: hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
  • Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. misalnya: ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya
Persebaran hasil bumi dan pertanian:
peta persebaran hasil bumi
Persebaran hasil pertanian; Hasil pertanian negara kita antara lain;
WilayahSumber Daya Alam dan Penjelasannya
Sumatera
  • Kelapa sawit : D.I. Aceh (Pulau Simelue), Sumatera Utara (Pulau Nias, Pulau Prayan, Medan, Pematang Siantar)
  • Cengkeh : Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara (Tapanuli)
  • Cokelat : Sumatera utara dan Sumatera Barat
  • Karet : D.I. Aceh, Sumatera Utara (Kisaran, Deli, Serdang), Bengkulu
  • Kelapa : Aceh, Bengkulu, dan Jambi
  • Lada : Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang, Pulau Bangka)
  • Kopi : Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu (Bukit Barisan), Sumatera Utara (Deli, Tapanuli), Lampung (Liwa)
  • Tembakau : Sumatera Utara (Deli), Sumatera Barat (Payakumbuh), Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang).
  • Teh : Sumatera Utara (Pematang Siantar), dan Sumatera Barat
Jawa
  • Cokelat : Salatiga (Jawa Tengah), Trenggalek (Jawa Timur), Sumedang (Jawa Barat)
  • Karet : Jawa Barat, Cilacap (Jawa Tengah), Jawa Timur.
  • Kelapa : Jawa Barat (Banten, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas), D.I. Yogyakarta, Jawa Timur (Kediri),
  • Padi : Indramayu (Jawa Barat), Karawang (Jawa Barat), Jawa Timur
  • Kopi : Jawa Barat (Bogor, Priangan), Jawa Timur (Kediri, Besuki)
  • Jagung : Jawa Tengah (Wonosobo, Semarang, Jepara, dan Rembang); Jawa Timur (Besuki, Madura)
  • Tembakau : Jawa Tengah (Surakarta, Klaten, Dieng, Kedu, Temanggung, Parakan, Wonosobo), dan Jawa Timur (Bojonegoro, Besuki).
  • Teh : Jawa Barat (Bogor, Sukabumi, Garut), Jawa Tengah (Pegunungan Dieng, Wonosobo, Temanggung, Pekalongan)
Kalimantan
  • Kelapa sawit : Kalimantan Barat,
  • Kelapa : Kalimantan Selatan (pegunungan Meratus)
  • Karet : Kalimantan Selatan ( pegunungan Meratus)
  • Rotan : Katingan (Kalimantan Selatan)
  • Lada : Kalimantan Barat
Sulawesi
  • Cokelat : Sulawesi Tenggara
  • Kopi : Sulawesi (Pegunungan Verbeek)
  • Pala : Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara
  • Rotan : Sulawesi Tegah
  • Jagung : Sulut, Sulteng dan Sultra
  • Kelapa : Sulawesi Utara (Minahasa, Sangihe, Talaud, Gorontalo), Bone (Sulsel)
Nusa Tengara, Maluku dan Papua
  • Sagu : Maluku dan Papua
  • Vanili : Flores (Manggarai, Bajawa), Papua.
  • Kelapa : Pulau Halmahera, Pulau Buru, dan Pulau Seram (Maluku), Kep Alor, Pulao Solor (NTT)
  • Kopi : Flores (Manggarai)
  • Pala : Maluku, Papua.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Walaupun suatu negara memiliki Sumber daya alam yang berlimpah, belum tentu hal itu dapat memberikan manfaat besar bagi penduduknya jika tidak dikelola dengan baik. Indonesia yang memiliki SDA yang melimpah ruah, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya.
  • Cengkeh dimanfaatkan sebagai minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan bagian tanaman cengkeh, terutama daun dan bunga cengkeh.  Mengobati penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, seperti batuk, masalah bau napas, mengobati luka gigitan serangga
  • Coklat cokelat merupakan bahan utama pembuatan berbagai macam jenis makanan dan minuman yang menyehatkan.  Manfaat kesehatan: Menurunkan tekanan darah dan kolesterol, mengandung antioksidan yang tinggi, mengandung antidepresi, mencegah kerusakan gigi.
  • Kelapa kelapa diambil daging buahnya dan dikeringkan menjadi kopra, kopra diambil minyaknya sebagai minyak goreng. Kelapa juga dijadikan penyedap masakan.  Daunnya untuk atap, bungkus ketupat, Sabutnya dapat dibuat keset, Batoknya untuk arang, dan Batangnya untuk bahan kayu bangunan
  • Karet karet diambil getahnya sebagai bahan utama pembuatan karet, Karet merupakan bahan utama pembuatan ban mobil dan barang lainnya. Bahan baku pembuatan alat-alat kesehatan.
  • Kopi sebagai bahan baku minuman dan kue, Manfaat kesehatan: mencegah timbulnya penyakit jantung dan stroke jika dikonsumsi secara baik dan tidak berlebihan.
  • Kina sebagai bahan dasar minuman dan kosmetik dan Obat malaria.
  • Kelapa Sawit kelapa sawit diambil minyaknya sebagai minyak goreng, sabun, lilin dan industri kosmetik.
  • Minyak kayu putih untuk menghangatkan tubuh, meredakan pilek dan batuk, mengobati masalah kulit, memar dan gangguan kulit, dan aroma terapi.
  • Kapuk dimanfaatkan seratnya sebagai bahan pembuat alas tidur (kasur) dan juga sebagai bahan pembuat benang.  Bahan isi alat-alat peredam dan alat-alat penyelamatan. Biiji kapuk dapat diolah menjadi sejenis minyak goreng nonkolesterol dan minyak campuran sebagai bahan baku pembuatan sabun
  • Tembakau memiliki hormon penting yang memiliki peran dalam merangsang peredaran darah manusia keseluruh tubuh, melepaskan gigitan lintah, dan sebagai insektisida.
  • Jagung jagung dijadikan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia dan juga sebagai sumber karbohidrat.  Manfaat kesehatan: merawat kulit, mencegah anemia, melancarkan air seni, mengontrol kolesterol, melancarkan ASI, melancarkan pencernaan.
  • Teh sebagai bahan minuman. Manfaat kesehatan: membantu tubuh melawan radikal bebas, meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak, membantu penderita diabetes, mengurangi kadar kolesterol
  • Pala dijadikan bahan penyedap masakan, manisan dan diambil minyaknya.  Manfaat kesehatan dan kecantikan: menghilangkan noda jerawat, pereda sakit perut, membantu tidur, pereda sakit gigi.
  • Lada lada digunakan sebagai bahan penyedap masakan juga diambil minyaknya.  Manfaat kesehatan: melegakan saluran pernapasan dan melancarkan aliran darah di sekitar kepala, membantu melonggarkan jalan pernapasan pada penderita asma.
  • Sagu sebagai bahan makanan pokok pengganti nasi. Manfaat kesehatan: dapat mengatasi pengerasan pada pembuluh darah, mengatasi sakit pada ulu hati serta membantu mengatasi perut kembung.
  • Rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan terutama hiasan dan bahan baku mebel, misalnya kursi, meja tamu, rak buku, keranjang hantaran, keranjang hampers, keranjang suvenir.
  • Padi dimanfaatkan sebagai makanan pokok hampir sebagian besar masyarakat Indonesia, padi diolah menjadi beras, beras dimasak menjadi nasi.
Di Padang, singkong dimanfaatkan untuk membuat Keripik Balado. Ternyata singkong juga bisa diolah menjadi masakan lain. Salah satunya adalah getuk. Getuk (bahasa Jawa: gethuk) adalah makanan ringan yang dibuat dengan bahan utama singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahan-bahan
Bahan yang diperlukan untuk membuat getuk adalah sebagai berikut.
  • 1/2 kg singkong yang sudah dikukus
  • 150 gr gula pasir/gula jawa
  • 1/2 sendok teh garam dapur
  • 1/2 buah kelapa yang telah diparut dan dikukus
  • Pewarna
Untuk getuk berwarna putih, kita sebaiknya menggunakan gula pasir. Untuk getuk berwarna merah, kita menggunakan gula jawa. Sedangkan untuk getuk berwarna hijau, kita dapat menggunakan perasan daun suji.
Langkah-langkah pembuatan getuk:
  • Singkong dikupas dan dicuci sampai bersih, lalu dikukus sampai masak.
  • Tumbuk singkong menggunakan tumbuk kayu atau batu yang dilapisi plastik.
  • Beri gula dan pewarna alami.
  • Sajikan hangat dengan taburan parutan kelapa.

Fauza Thursday, October 20, 2016
Pertanian Berkelanjutan

Masih seputar dunia Pertanian Indonesia…….

Pertanian, sudah merupakan budaya di banyak negara termasuk Indonesia. Budaya yang sudah lahir sejak jaman dahulu. Dimana pada masa tersebut, leluhur kita, kakek nenek moyang kita melakukan kegiatan pertanian yang terutama dilatarbelakangi oleh tuntutan kehidupan dasar tanpa berorientasi untuk kepentingan ekonomi semata (misalnya menjual hasil pertanian).  Mereka pun bertani dan menghasilkan berbagai produk pertanian seperti padi, sayuran dan hewan ternak dari lahan sendiri tanpa ada ketergantungan terhadap produk luar seperti pupuk kimia, pestisida, herbisida maupun bibit unggul. Mereka mampu memadukan dan ‘meng-harmonisasi’ hubungan antara manusia dan lingkungan alam tanpa saling merusak. Mereka pun mampu mencukupi segala kebutuhan sosial dari kelebihan hasil pertaniannya.

Revolusi Hijau

Atas nama kepentingan yang cenderung ke orientasi keuntungan ekonomis, kemudian dicanangkanlah revolusi hijau dengan ditandai hadirnya sistem intensifikasi pertanian, panca usaha tani, pemakaian pupuk kimia sintetis dan obat-obat kimia lainnya. Pada beberapa saat, Revolusi hijau di Indonesia berhasil membuat Indonesia menyandang predikat Swasembada Pangan.
Pada kenyataannya, program tersebut menimbulkan berbagai implikasi negatif :
  1. Pemakaian pupuk kimia dan bahan-bahan kimia sintetis secara berlebihan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan, mulai dari tanah, air, udara dan makhluk hidup. Terjadi kerusakan struktur tanah dan musnahnya predator alami sehingga meningkatnya populasi hama dan gulma karena lebih resisten terhadap pestisida.
  2. Para petani sangat tergantung kepada pupuk kimia seperti pupuk urea atau NPK dan bahan-bahan kimia sintetis lainnya. Mereka menjadi tidak PEDE… bertani tanpa obat-obatan tersebut.
  3. Ketergantungan para petani terhadap bahan-bahan kimia menimbulkan dominasi dan monopoli pihak-pihak yang berkantung tebal dalam penyediaan dan distribusi. Merekalah yang lebih diuntungkan dibandingkan para petaninya sendiri.
  4. Timbul kesenjangan lebih jauh antara petani berduit dan petani kurang berduit. Petani yang punya modal lebih besar akan lebih beruntung karena harga pupuk dan obat tidak menjadi masalah besar, berbeda dengan petani kecil yang untuk membeli ikan asin saja ‘ngos-ngosan’…

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik sebenarnya bukan hal baru atau nge-trend dengan tiba-tiba karena Presiden kita mencanangkannya.  Namun jauuuh… sebelum sistem pertanian konvensional seperti kebanyakan sekarang berjalan, para petani jagoan kita dahulu sudah menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dengan menerapkan ilmu atau sistem pertanian dengan cara-cara yang arif. Sepintas seperti kuno atau tradisional, namun sangat-sangat bernilai tinggi. Mereka telah terbiasa menggunakan pupuk kandang, kompos di ladang maupun sawah, serta penggunaan ramuan-ramuan nabati untuk mengusir hama, memiliki cara menyeleksi bibit dan cara penyimpanannya. Mereka pun hapal betul bagaimana mengatur masa tanam dan variasi tanaman untuk menyiasati hama-hama pengganggu.
Kembali ke laptop,…secara teori, pertanian organik dapat diartikan sebagai suatu sistem produksi pertanaman yang berasaskan daur ulang secara hayati.  Daur ulang unsur hara dapat melalui sarana limbah tanaman dan ternak, serta limbah lainnya yang mampu memperbaiki status kesuburan dan struktur tanah (Rachman, 2002:1).
Adapun filosofi yang melandasi pertanian organik adalah mengembangkan prinsip-prinsip memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan makanan untuk tanaman (istilah bule-nya : feeding the soil that feeds the plants), dan bukan memberi makanan langsung tanaman. Ahli pertanian bule, Von Uexkull (1984) memberi istilah ‘membangun kesuburan tanah’. Strateginya adalah memindahkan hara secepatnya dari sisa tanaman, kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah yang nantinya setelah mengalami mineralisasi akan menjadi hara dalam larutan tanah. Dengan kata lain, unsur hara didaur ulang melalui satu atau lebih tahapan bentuk senyawa organik sebelum akhirnya dimakan, eh diserap oleh tanaman. Berdasarkan hal ini timbul istilah pupuk organik.

Ciri-ciri Pertanian Organik

Menurut beberapa ahli-nya pertanian, berikut adalah beberapa ciri dari pertanian organik :
  1. Melindungi kesuburan tanah dengan mempertahankan kadar bahan organik, dan tidak menggunakan alat-alat mekanisasi secara sembarangan.
  2. Menyediakan sendiri unsur Nitrogen melalui pengikatan Nitrogen secara biologis.
  3. Melakukan daur ulang secara effektif bahan organik dari sisa tanaman maupun limbah ternak.
  4. Membantu perkembangan aktivitas biologi tanah
  5. Mengendalikan gulma dan hama penyakit dengan rotasi tanaman, pemanfaatan predator dan penggunaan varietas yang lebih tahan.
  6. Memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi secara berkesinambungan
  7. Dalam seluruh kegiatannya, aspek alamiah dan kondisi lingkungan sekitar merupakan sumber penunjang produksi pertanian yang utama.
  8. Mengurangi bahkan meniadakan penggunaan bahan penunjang dari luar, seperti pupuk kimia.
  9. Mendaur ulang nutrisi atau unsur hara dalam tanah

Pengertian Pertanian Berkelanjutan

Sistem Pertanian Berkelanjutan adalah suatu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan atau sistem pertanian yang patuh dan tunduk terhadap aturan-aturan alamiah. Sebenarnya sistem tersebut merupakan suatu ‘remain’, mengingatkan kembali pada pola back to nature, yang sudah pernah dilakukan oleh kakek nenek buyut kita.
Segala upaya manusia yang mengingkari kaidah-kaidah hubungan suatu ekosistem dalam jangka pendek mungkin mampu memacu produktivitas lahan dan hasil. Namun dalam jangka panjang biasanya hanya akan berakhir dengan rusak dan hancurnya lingkungan. Kita yakin betul bahwa hukum alam adalah kuasa Tuhan. Manusia sebagai umat-Nya hanya berwenang menikmati dan berkewajiban menjaga dan melestarikannya (Karwan, 2003:1).
Konsep dari Pertanian Berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan teori-teori dari berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang ditujukan bagi kemaslahatan umat manusia sekarang dan pada masa yang akan datang. Konsep ini juga bersifat holistik, menyeluruh, dengan mempertemukan berbagai aspek dan disiplin keilmuan lain yang sudah mapan seperti, ekologi, sosial, ekonomi dan kelembagaan.

Ciri-ciri Pertanian Berkelanjutan

Berdasarkan referensi dari Technical Advisory Committee of the CGIAR (TAC-CGAR, 1988), CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) atau Lembaga Konsultasi Penelitian Pertanian Internasional, Pertanian Berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.  Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
  1. Mantap secara ekologis, berarti kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan mulai dari manusia, tanaman dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Berarti tanah harus dikelola dan kesehatan tanaman dan hewan serta masyarakat dipertahankan melalui proses biologis. Sumber daya lokal digunakan secara ramah dan dapat diperbaharui.
  2. Dapat berlanjut secara ekonomis.
  3. Adil, yang berarti sumber daya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga keperluan dasar semua anggota masyarakat dapat terpenuhi dan begitu pula hak mereka dalam penggunaan lahan dan modal yang memadai serta bantuan teknis yang terjamin.
  4. Manusiawi, menghargai martabat dasar semua makhluk hidup dan menghargai budaya lokal.
  5. Luwes, masyarakat memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri (mampu beradaptasi) dengan perubahan kondisi usaha pertanian.
  6. Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan. Para petani mampu menghasilkan keuntungan dalam tingkat produksi yang cukup dan stabil, pada tingkat resiko yang masih bisa ditolelir/diterima.
  7. Berkeadilan sosial, ini yang sering mendapat hambatan, sistem ini harus menjamin terjadinya keadilan dalam akses dan kontrol terhadap lahan, modal, informasi dan pasar bagi yang terlibat, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, jenis kelamin, agama, maupun etnis.
Keberhasilan penerapan Pertanian Organik menuju Pertanian Berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan semua pihak. Sistem ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan pemerintah, institusi, pihak swasta, para pakar, akademisi, para petani dan anda sendiri.

Fauza
CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKASHI – HCS

Bokashi HCSPupuk Bokashi, dari namanya saja sepintas orang kebanyakan tidak akan mengenal, pupuk apaan lagi ini ? Namanya aneh…
Pupuk Bokashi, ga tau siapa yang pertama memberikan nama seperti ini. Dilihat dari namanya, mungkin orang Jepang yang ngasih nama karena mungkin teknologi awal-nya  dari sana mulai diperkenalkan.
Pengertian yang berhasil penulis himpun dari sono-sini, Pupuk Bokashi kurang lebih dapat diartikan sebagai (ini pun kata orang Jepang) : “Bahan Organik yang telah difermentasikan”. Berarti Bokashi adalah hasil fermentasi atau peragian bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan atau pupuk kandang, dan lain-lain bahan organik.  Bahan-bahan tersebut difermentasi dengan bantuan microorganism activator untuk mempercepat prosesnya. Ada pula yang mengartikan bahwa BOKASHI adalah kependekan dari Bahan Organik Kaya Sumber Hayati.  Hehehe….silahkan pilih, pengertian mana yang anda sukai.
Dalam pembuatan Pupuk Bokashi pola HCS, SOT HCS digunakan sebagai aktivator. Efek lain dari sistem pupuk bokashi ini adalah bahwa hasil fermentasi tidak se-bau cara konvensional misalnya pada pupuk kompos. Proses pembuatan pupuk bokashi juga relatif lebih cepat dibandingkan pupuk kompos.
Pupuk organik atau Pupuk Bokashi ala HCS, selain proses pembuatannya cepat, hasil tidak terlalu bau, juga dapat menekan timbulnya jamur atau fungi dan gulma setelah selesai proses pembuatan pupuk, seperti yang timbul pada sistem Bokashi biasa.
Oke, cukup ya pengantarnya…..kita langsung saja ke praktek cara pembuatan pupuk Bokashi HCS, simak ya baik-baik :

Di sini kita rencanakan pembuatan Pupuk Bokashi dengan bahan dasar kotoran ternak seberat 200 kg. Kalau misalnya anda mau membuat kurang atau lebih dari 200 kg, ya tinggal hitung aja lah sendiri perbandingan bahan dan obat yang harus digunakannya.  Gampang koq….
Oke siap…….Yang pertama, tentu saja siapkan dulu peralatannya, ini dia :

Alat-alat yang dibutuhkan :

  1. Terpal, ini adalah untuk alasnya. Bisa juga bahan lain digunakan, yang penting bisa digunakan sebagai alas untuk pencampuran bahan.
  2. Sekop, ini gunanya untuk mengambil  dan mencampur bahan.
  3. Drum atau gentong plastik. Penulis sarankan gentong plastik, supaya mudah untuk membersihkannya nanti, selain itu bisa lebih awet karena tidak akan karatan.
  4. Ember plastik, siapkan yang volume-nya sampai 10 liter. Gunanya nanti buat nyampur-nyampur larutan dan obat.
  5. Sprayer, atau semprotan tangan. Dipakai agar obat dapat tersebar dengan rata.
  6. Bagi yang belum biasa dengan misalnya kotoran ternak, boleh lah disiapkan sarung tangan plastik dan sepatu boot, lumayan untuk menjaga kaki menginjak kotoran. Atau yang belum kenal dengan bau kotoran ternak, silahkan pakai masker
Setelah persiapan peralatan, selanjutnya  kita ke persiapan bahan, simak dan catat tabel berikut di bawah ini :

Bahan dan Obat-obat untuk pembuatan Pupuk Bokashi :

New Picture (7)Tahap selanjutnya dalam pembuatan pupuk bokashi adalah sebagai berikut :
  1. Membersihkan kotoran ternak dari bibit hama berupa gulma dan fungi/jamur dengan cara disemprot PHEFOC :

  • Larutkan 1 (satu) botol PHEFOC HCS dan 3 (tiga) sdm. gula pasir ke dalam 5 liter air (gunakan ember).
  • Kemudian hamparkan terpal untuk tempat kotoran ternak yang hendak di semprot.
  • Semprotkan larutan PHEFOC HCS secara merata memakai sprayer dengan membuat lapisan sedikit demi sedikit. Maksudnya adalah begini, di atas terpal tadi buat lapisan kotoran ternak agak tipis kemudian disemprot rata, selanjutnya di atasnya buat lagi lapisan ternak lalu disemprot, demikian seterusnya…..
  • Bila perlu tambahkan air dan diaduk sampai kandungan air kurang lebih 30% (ciri-cirinya adalah air tidak menetes/setengah basah dan bila dikepal dengan tangan sulit pecah)
  • Setelah diperkirakan merata dan kandungan airnya cukup, lalu kotoran ternak tersebut dimasukkan ke dalam drum/gentong plastik dan ditutup rapat agar terjadi proses fermentasi tahap 1 selama 1 hari (24 jam)
  • Apabila telah selesai, dinginkan kotoran ternak yang sudah difermentasi tadi untuk proses fermentasi tahap ke 2

Tahap kedua adalah proses pembuatan pupuk Bokashi caranya :

  • Larutkan 1 botol SOT HCS dan 200 gr gula pasir ke dalam 5 liter air
    (gunakan ember lagi).
  • Hamparkan lagi terpal untuk mencampurkan semua bahan.
  • Campurkan semua bahan : kotoran ternak, abu sekam, bekatul, dan dolomite secara merata.
  • Semprotkan larutan SOT HCS secara merata memakai sprayer dengan membuat lapisan sedikit demi sedikit (ingat cara fermentasi kotoran ternak tahap 1…..)
  • Bila perlu tambahkan air dan diaduk sampai kandungan airnya kurang lebih 30% (ciri-cirinya adalah air tidak menetes/setengah basah dan bila dikepal dengan tangan susah pecah).
  • Setelah tercampur dengan baik, adonan campuran tadi dimasukkan kedalam drum atau tong plastik dan ditutup dengan rapat untuk proses fermentasi tahap 2. Waktu yang diperlukan adalah selama 3 hari (72 jam).
  • Selama fermentasi suhu akan mengalami kenaikan sampai 50⁰C itu tandanya reaksi fermentasi berhasil dilakukan.
  • Kemudian dinginkan dan akhirnya pupuk bokashi pun siap anda gunakan sebagai pupuk organik.
Beberapa Catatan Penting :
  1. Bila tidak ada molasse, berbagai macam gula dapat digunakan sebagai gantinya seperti gula aren, gula kelapa, jus buah, maupun sisa pembuangan alkolhol.
  2. Sebaiknya atur suhu jangan sampai terlalu panas supaya tidak terjadi proses pembusukan yang mengakibatkan bokashi menjadi rusak. Biasanya tahap awal fermentasi periksa kondisi suhu setiap 5 jam. Dapat juga digunakan termometer untuk mengukur suhu agar lebih yakin.
Akhirnya selesai sudah pembahasan tentang pembuatan pupuk bokashi dengan bahan dasar kotoran ternak tanpa hama, gulma dan fungi penggangu, pupuk bokashi akan lebih sempurna jika mengunakan kotoran ternak yang sebelumnya telah diberi pakan fermentasi SOC HCS karena dapat mempercepet proses fermentasi (cukup 3 hari) dibanding dengan cara bokashi biasa yang  bisa memakan waktu 4 hari/lebih. Apalagi difermentasi melalui 2 tahap yaitu fermentasi PHEFOC dan SOT Bokashi lebih sempurna, PHEFOC sendiri memiliki keunggulan dalam membasmi hama, gulma dan fungisida dan SOT sendiri memiliki keunggulan sebagai pupuk organik yang mengandung 52 mikroba laktogen (dengan sistem mikroba matrix) yang berfungsi sebagai penyubur dan penyehat tanah.

Fauza
Mengenal Jenis, Karakter, Penyebaran dan Pemanfaatan Tanah Pertanian di Indonesia
Tulisan berikut saya sajikan sekedar untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai jenis tanah pertanian, terutama di Indonesia.  Sumber tulisan untuk materi ini diambil dan diolah dari berbagai sumber dan merupakan pengetahuan dasar pelengkap, sehingga diharapkanCapture setidaknya kita ‘agak mengenal’ mengenai jenis dan karakter tanah yang ada disekitar kita dan mengetahui pemanfaatannya dengan tepat.
Mengetahui jenis, karakter, penyebaran tanah di suatu wilayah akan sangat membantu karena dengan demikian dapat ditentukan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Menentukan tujuan pemanfaatan tanah, apakah layak untuk pertanian atau lebih memiliki nilai pemanfaatan lain, misalnya untuk konservasi hutan atau wisata alam.
  2. Menentukan jenis tanaman yang paling cocok ditanam di tempat tersebut.
  3. Mengetahui potensi jenis serangan hama dan penyakit.
  4. Melakukan langkah yang tepat pada saat pengolahan tanah berdasarkan sifat kimia tanah tersebut. Misalnya untuk menentukan pemberian  jenis pupuk dan jumlahnya dengan lebih tepat.

Peta Tanah

Penyebaran jenis dan karakter tanah di suatu daerah, biasanya disusun dalam suatu bentuk Peta Tanah. Peta ini sangat berguna bagi para petani dan telah disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan langsung (observasi) di lapangan.  Para pengambil kebijakan sebaiknya mempertimbangkan pula penyebaran jenis tanah berdasarkan Peta Tanah yang telah dibuat.  Jangan sampai suatu wilayah dengan potensi tanah dapat menghasilkan produk pertanian unggulan, malah dijadikan lokasi perdagangan dalam Master Plan-nya.  Peta Tanah dibuat secara berjenjang, misalnya Peta Tanah seluas wilayah kabupaten atau kecamatan, seperti contoh berikut ini :
peta tanah 1peta tanah 2peta tanah 3Pemetaan tanah, juga sudah seyogiyanya disosialisasikan secara luas kepada setiap pihak yang berkepentingan, terutama para petani kita.

Arti Penting Tanah

Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya ‘tanah’.  Tanah mungkin sesuatu yang termasuk memiliki ‘martabat rendah’…hehe.  Bayangkan,…berjuta-juta orang menginjaknya setiap hari, dari dulu hingga sampai entah kapan.
Namun meskipun diinjak setiap hari, saya jamin tidak semua orang mengetahui dengan ‘agak mendalam’ mengenai tanah itu sendiri.  Oleh karena itu, mari kita mulai berkenalan…Pada dasarnya, tanah merupakan suatu lapisan yang berada di permukaan bumi, berbentuk padat (tetapi bukan batuan), dengan penyebaran secara horizontal dan vertikal yang berbeda untuk satu daerah dengan daerah yang lainnya. Tanah sangat mendukung berbagai aktivitas kehidupan manusia dan organisme lainnya. Sehingga dapat kita katakan, tanpa adanya tanah, hampir semua aktivitas kehidupan manusia di dunia akan terganggu.
Pengertian tanah bukanlah hal yang baku. Pengertiannya akan selalu berbeda antara satu orang ahli dengan yang lainnya tergantung kepada profesi dan sejauh mana hubungan manusia tersebut dengan tanah. Bagi seorang ahli ilmu tanah, tanah adalah suatu lapisan bahan alami yang terbentuk akibat adanya pengaruh-pengaruh seperti iklim, organisme, batuan induk, topografi, dan waktu. Adanya perbedaan setiap faktor juga menyebabkan perbedaan jenis dan karakteristik tanah yang dibentuk. Dan bagi seorang ‘makelar tanah’, mungkin tanah merupakan sesuatu yang bisa diperjualbelikan dan dapat mendatangkan keuntungan…hehe
Dalam bidang pertanian, tanah lebih diidentikkan pengertiannya dengan tempat atau media tumbuh tanaman. Hal ini karena paling tidak tanah memiliki empat fungsi utama:
  1. Merupakan tempat tumbuh dan berkembangya perakaran yang memungkinkan tanaman tumbuh tegak dan mendapatkan nutrisi makanan.
  2. Tanah merupakan penyedia kebutuhan pokok tanaman seperti air, udara, dan beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, bekembang, dan menghasilkan.
  3. Penyedia kebutuhan sekunder yang berfungsi untuk menunjang metabolisme tanaman seperti zar pengatur tumbuh, enzim, dan antibiotik.
  4. Habitat biota tanah yang seringkali menunjang pertumbuhan tanaman.
Seperti telah disebutkan di atas, tanah memiliki penyebaran secara vertikal dan horizontal. Penyebaran vertikal hanya dipengaruhi oleh jenis tanah. Penyebaran secara horizontal disebabkan oleh perbedaan keadaan iklim, topografi, bahan batuan induk, organisme, dan waktu yang menyebabkan setiap daerah memiliki jenis dan karakter tanah yang juga berbeda-beda. Perbedaan jenis tanah juga akan menyebabkan perbedaan pemanfaatan untuk pertanian karena setiap tanaman memiliki syarat tumbuh yang berbeda-beda berkaitan dengan sifat dan kerakter tanah. Makanya anda jangan heran, berdasarkan hal inilah di Indonesia di setiap daerah memiliki tanaman khas-nya masing-masing. Anda pasti tahu kan, ubi rasa madu dari daerah Cilembu yang disebut ‘Ubi Cilembu’, dan yang lainnya seperti Salak Pondoh, Nenas Subang, Talas Bogor, Apel Malang, dan masih banyak lagi. Dan bersyukurlah, ternyata Indonesia memang kaya dengan beragam jenis tanaman unggulan.
Baiklah mari kita lanjutkan, berikut adalah secara umum dan singkat jenis, karakter, penyebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian, terutama di Indonesia :

1. Regosol

Menurut empu-nya USDA, regosol merupakan tanah yang termasuk ordo entisol. Secara umum, tanah entisol adalah tanah yang belum mengalami perkembangan yang sempurna, dan hanya memiliki horizon A yang marginal. Contoh yang tergolong entisol adalah tanah yang berada di sekitar aliran sungai, kumpulan debu vulkanik, dan pasir. Umur yang masih muda menjadikan entisol masih miskin sampah organik sehingga keadaannya kurang menguntungkan bagi sebagian tumbuhan.TANAH REGOSOL
Secara spesifik, ciri regosol adalah berbutir kasar, berwarna kelabu sampai kuning, dan bahan organik rendah. Sifat tanah yang demikian membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral yang dibutuhkan tanaman dengan baik.
Dengan kandungan bahan organik yang sedikit dan kurang subur, regosol lebih banyak dimanfaatkan untuk tanaman palawija, tembakau, dan buah-buahan yang juga tidak terlalu banyak membutuhkan air. Regosol banyak tersebar di Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara yang kesemuanya memiliki gunung berapi.

2. Latosol

latosolDalam USDA jenis tanah latosol ini masuk dalam golongan inseptisol. Inseptisol berkembang pada daerah yang lembab. Perkembangan horizon inseptisol berlangsung lambat sampai sedang. Perkembangan yang lambat terjadi karena tanah berada pada ligkungan yang lembab, dingin, dan mungkin terdapat genangan-genangan air.
Secara spesifik, latosol merupakan tanah yang berwarna merah hingga coklat sehingga banyak yang menamainya sebagai tanah merah, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki kandungan bahan organik yang sedang, dan pH netral hingga asam. Kadar humus latosol mudah menurun, dan memiliki fosfat yang mudah bersenyawa dengan besi dan almunium. Latosol banyak dijumpai di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bali, Jawa, Minahasa, Papua, dan Sulawesi. Saat ini, jenis tanah latosol banyak digunakan untuk pertanaman palawija, padi, kelapa, karet, dan kopi.

3. Organosol

Organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat adanya pelapukan-pelapukan bahan organik. Sebagai hasil pelapukan bahan organik, tanah jenis ini subur untuk hampir semua jenis tanaman. Organosol dibedakan menjadi dua yaitu tanah humus dan tanah gambut.TANAH ORGANOSOL
Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan dan pembusukan bahan organik khususnya dari tanaman yang sudah mati. Humus sangat subur untuk pertanian. Kandungan bahan organik yang tinggi membuat tanah humus berwarna kehitam-hitaman. Humus banyak dimanfaatka untuk media pertanaman kelapa, nanas, dan padi. Persebarannya banyak terdapat di pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua.
Tanah gambut adalah tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik. Akan tetapi, tanah gambut kurang subur untuk pertanian. Pembusukan pada tanah gambut berlangsung dalam keadaan tergenang air sehingga tanah menjadi anaerob dan terlalu masam. Bahan organik yang tidak lapuk sempurna juga menyebabkan tanah gambut tidak subur untuk tanaman. Gambut banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan Barat, dan pantai selatan Papua. Saat ini gambut baru dikembangkan untuk pertanian kelapa sawit.

4. Alluvial

Menurut USDA, jenis tanah Alluvial tergolong dalam ordo inseptisol. Ciri umum sama dengan pada tanah latosol. Alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai. Ciri utama tanah alluvial adalah berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas. Kesuburan tanah alluvial sangat bergantung pada sumber bahan asal aliran sungai.TANAH ALLUVIAL
Jenis tanah Alluvial terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sungai-sungai besar seperti di pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, dan papua. Alluvial banyak dgunakan untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan.

5. Podzolik Merah Kuning

TANAH PODZOLIK MERAH KUNINGPodzolik merah kuning merupakan bagian dari tanah Ultisol. Menurut USDA, ultisol adalah tanah yang sudah mengalami pencucian pada iklim tropis dan sub tropis. Karakter utama tanah ultisol adalah memiliki horizon A yang tipis, akumulasi lempung pada horizon B dan bersifat agak masam. Tanah ultisol bersifat agak lembab dengan kadar lengas tertinggi pada ultisol yang berbentuk bongkah.
Tanah podzolik merah kuning sendiri merupakan tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzolik merah kuning berwarna merah sampai kuning dengan kesuburan yang relatif rendah karena pencucian-pencucian. Podzolik merah kuning banyak digunakan untuk tanaman kelapa, jambu mete, karet, dan kelapa sawit. Podzolik merah kuning banyak dijumpai di daerah pegunungan Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Maliku, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara.

6. Laterit

Laterit hampir sama dengan podzolik meah kuning. Hanya saja jenis tanah ini terbentuk pada suhu yang lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah laterit memiliki kandungan hara yang rendah sehingga kurang cocok untuk berbagai jenis tanaman. Laterit banyak dijumpai pada pegunungan yang hutannya sudah gundul seperti pada Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Laterit bayak digunakan untuk pertanaman jambu mete dan kelapa.

7. Litosol

Dalam USDA, litosol termasuk dalam ordo Entisol, sama dengan tanah regosol. Lebih spesifik, tanah litosol merupakan tanah muda yang berasal dari pelapukan batuan yang keras dan TANAH LITOSOLbesar. Litosol belum mengalami perkembangan lebih lanjut sehingga hanya memiliki lapisan horizon yang dangkal. Sebagai tanah muda, latosol memiliki struktur yang besar-besar dan miskin akan unsure hara.
Litosol banyak terdapat di Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku Selatan, dan Papua. Latosol baru bisa dimanfaatkan untuk palawija.

8. Rendzina

TANAH RENDZINARendzina merupakan tanah organik diatas bahan berkapur yang memiliki tekstur lempung seperti vertisol. Tanah rendzina memiliki kadar lempung yang tinggi, teksturnya halus dan daya permeabilitasnya rendah sehingga kemampuan menahan air dan mengikat air tinggi. Tanah rendzina berasal dari pelapukan batuan kapur dengan curah hujan yang tinggi. Tanah jenis ini memiliki kandungan Ca dan Mg yang cukup tinggi, bersifat basa, berwarna hitam, serta hanya mengandung sedikit unsur hara.
Rendzina banyak terdapat di Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung dan pegunungan kapur di selatan Pulau Jawa. Rendzina digunakan untuk budidaya tanaman keras semusim dan juga tanaman palawija.

9. Tanah Mediteran

TANAH MEDITERANDalam USDA, tanah mediteran merupakan tanah ordo alfisol. Alfisol berkembang pada iklim lembab dan sedikit lembab. Curah hujan rata-rata untuk pembentukan tanah alfisol adalah 500 sampai 1300 mm tiap tahunnya. Alfisol banyak terdapat di bawah tanaman hutan dengan karakteristik tanah: akumulasi lempung pada horizon Bt, horizon E yang tipis, mampu menyediakan dan menampung banyak air, dan bersifat asam. Alfisol mempuyai tekstur lempung dan bahan induknya terdiri atas kapur sehingga permeabilitasnya lambat.
Tanah mediteran merupakan hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini berkisar antara merah sampai kecoklatan. Tanah mediteran banyak terdapat pada dasar-dasar dolina dan merupakan tanah pertanian yang subur di daerah kapur daripada jenis tanah kapur yang lainnya.  Tanah mediteran ini banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatra. Mediteran cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete.

10. Grumosol

TANAH GRUMOSOLDalam USDA, grumosol tergolong dalam ordo vertisol. Vertisol merupakan tanah dengan kandungan lempung yang sangat tinggi. Vertisol sangat lekat ketika basah, dan menjadi pecah-pecah ketika kering. Vertisol memiliki keampuan menyerap air yang tinggi dan juga mampu menimpan hara yang dibutuhkan tanaman. Grumosol sendiri merupakan tanah dengan warna kelabu hingga hitam serta memiliki pH netral hingga alkalis. Di Indonesia, jenis tanah ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut dengan topografi agak bergelombang hingga berbukit, temperatur rata-rata 25oC, curah hujan <2.500 mm, dengan pergantian musim hujan dan kemarau yang nyata.
Grumosol banyak terdapat di Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Timur. Grumosol banyak dimanfaatkan untuk pertanian jenis rumput-rumputan atau pohon-pohon jati.
Yup,..nah itulah beberapa jenis tanah di Indonesia.  Meskipun setiap jenis tanah tersebut di atas  memiliki perbedaan karakteristik yang membedakan antara satu jenis tanah dengan jenis yang lainnya, namun secara prinsip setiap jenis tanah tersebut dapat dimodifikasi sedemikian rupa agar suatu jenis tanah dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan hasil untuk semua jenis tanaman. Hanya saja sekarang tinggal bagaimana para ahli dan setiap orang yang terlibat di bidang pertanian mampu memanfaatkan semua potensi yang ada tersebut.  Dan hal inilah yang juga menjadi tantangan bagi produk-produk HCS dengan SOT dan PHEFOC-nya.  Semoga bermanfaat…


Diolah dari berbagai sumber :
http://www.anakagronomy.com
http://ips-abi.blogspot.com/2012/10/persebaran-jenis-tanah-dan.html
http://wandylee.wordpress.com/2012/05/16/jenis-tanah-di-indonesia/
http://arisudev.wordpress.com/2011/07/13/berbagai-jenis-tanah-di-indonesia/
Syamsul Siradz dan Bambang K Kertonegoro. Bahan Kuliah Dasar-dasar Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
Hanifah, K.A. 2009. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers, Jakarta.

Fauza
Pedoman Waktu Tanam Cabe untuk peroleh Harga Terbaik
harga cabai hari ini

Budidaya cabai memang selalu ciamik untuk diperbincangkan. Saat harga tinggi, petani akan menerima keuntungan yang sangat besar. Tapi sebaliknya saat harga cabai anjlok, petani kelimpungan hingga enggan merawat lagi cabainya. Fluktuasi harga cabai ini sangat dipengaruhi cuaca, panen raya, kebijakan perdagangan dan momentum yang mengiringi. Perilaku ikut-ikutan menanam saat harga tinggi juga turut mengubah struktur harga

Apabila masyarakat menanam hanya karena motif mengikuti tingginya harga cabai hari ini, maka seorang petani hanya akan terpelanting dan tidak mampu bertahan dalam kancah budidaya cabai mengingat fluktuasi harga cabai sangat tinggi. Kukuh Subekti, MMA, seorang penyuluh pertanian dan penggerak sentra cabai di Kec. Kismantoro mengungkapkan, “salah satu kunci sukses saat akan terjun dalam bisnis cabai adalah: Tanamlah Cabai dan Jangan Memperhatikan Harganya. Terus konsisten menanam meskipun harga sedang turun. Dengan demikian kita akan menikmati manisnya budidaya cabai.”

Terus konsisten menanam, tetapi tetap memperhitungkan waktu menanam yang tepat. Lebih lanjut Kukuh menyampaikan, ada panduan sederhana untuk menentukan kapan waktu tanam yang tepat agar memperoleh harga yang baik. Apabila tanam di mongso Apitan (istilah pranata mangsa Jawa, red) atau sekitar bulan Februari hingga April, maka petani akan memperoleh harga rendah karena menyongsong musim kemarau ketika stok cabai melimpah, namun masih akan mendapatkan harga yang sedang saat mulai memasuki musim penghujan. Dikarenakan stok cabai mulai menyusut.

Jika ingin tanam pada saat kemarau atau sekitar bulan Juni hingga Agustus, kemungkinan petani akan mendapatkan harga yang rendah pada awal panen, tetapi masih bisa mendapatkan harga sedang dan harga tinggi di musim penghujan dengan syarat kondisi tanaman masih sehat terawat dan panen masih optimal hingga akhir panen. Agar hasil terus optimal, meskipun tanam pada musim kemarau, tinggi guludan tetap harus 40 cm untuk mengantisipasi masuknya musim penghujan. Selain itu aplikasi pestisida hayati juga perlu diberikan untuk menjaga kondisi tanaman.

Apabila tanam pada musim penghujan, atau berkisar antara bulan Oktober hingga Desember, kemungkinan petani akan mendapatkan harga yang tinggi di awal tanam, kemudian harga sedang dan harga rendah di akhir usia panen. Tanam pada musim ini memang rawan terserang penyakit, tetapi ini dapat diantisipasi apabila menerapkan teknis budidaya yang tepat.

Tentu saja panduan ini bersifat umum dan dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti kebijakan politik dan momentum masyarakat. Semisal hari raya Idul Fitri jatuh pada musim kemarau akan menyebabkan harga cabai anjlok. Karena banyak petani menanam dengan harapan harga cabai tinggi saat hari raya, tetapi melupakan kondisi stok cabai akan melimpah saat musim kemarau. 

Meskipun demikian, panduan ini dapat dijadikan gambaran umum fluktuasi harga cabai setiap tahunnya. Sekali lagi, konsisten dan tidak mudah kapok merupakan kunci utama untuk menikmati legitnya bisnis cabai.


Gambar: kementan

Fauza
Cara mengakses data iklim Indonesia secara gratis
Bagi sobat yang menjadi peneliti, akademisi, mahasiswa ataupun pelajar yang sedang mengerjakan penelitian, tugas akhir dan lainnya dan membutuhkan data iklim untuk mendukung penelitian sobat semua,  ada kabar gembira nih. BMKG sudah menyediakan portal untuk mengakses data iklim harian. Ya... harian ! Sobat tak perlu repot-repot berkunjung ke kantor-kantor BMKG. Cukup dari laptop atau PC anda. Dan yang pasti gratis !
Pertama, anda cukup membuka portalnya pada http://dataonline.bmkg.go.id, akan tampil halaman seperti ini
Berdasarkan penjelasan pada bagian footer laman tersebut tertera penjelasan sebagai berikut :
------------------------------
Aplikasi DATA ONLINE - PUSAT DATABASE - BMKG adalah aplikasi layanan data untuk pengguna, baik untuk kalangan internal BMKG maupun eksternal yang terdiri dari kalangan Perguruan Tinggi, Institusi Kementrian/Lembaga, Swasta, dan Masyarakat pengguna data MKKuG
---------------------------------
Nah jika baru pertama kali, anda harus registrasi terlebih dahulu, akan terbuka form seperti ini
Silahkan diisi secara lengkap dan yang terpenting alamat email harus validasinya akan melalui email yang kita input. Jika berhasil sobat akan menerima konfirmasi seperti ini
Berarti sobat sudah bisa mengakses data online tersebut. Setelah login, akan terbuka halaman FAQ (frequent ask question) seperti ini.
Sobat bisa membaca-baca dulu jenis-jenis data yang tersedia, satuannya dan hal lainya. Secara umum sitemap dari portal data online tersebut sebagai berikut : 
  • Metadata Stasiun
  • Ketersediaan Data
  • Data Iklim, terdiri dari  data iklim harian data data cuaca ekstrim
  • FAQ
Metadata Stasiun
Pada halaman ini berisi informasi tentang jaringan dan jenis stasiun yang dimiliki BMKG dengan tab menu tabel dan tab menu peta. Semua informasi bisa ditampilkan secara keseluruhan se-Indonesia atau spesifik berdasarkan provinsi dan kabupaten. Ada 3 jenis stasiun yang di miliki BMKG yaitu :
1. Stasiun berupa Unit Pelaksana Teknis. 
Jika kita klik > Metadata >Peta, kolom provinsi kita pilih "semua" dan jenis stasiun kita pilih "UPT" maka akan muncul peta seperti ini
dengan cara yang sama, kita bisa melihat peta jaringan pos hujan dan AWS yang di miliki BMKG.

Ketersediaan Data
Halaman ini untuk melihat ketersediaan data pada masing-masing stasiun BMKG. Tampilannya seperti ini.
Kita bisa memilih tampilan perprovinsi hingga perstasiun saja dalam bentuk grafik ataupun tabel.
Data Iklim
Pada halaman ini terdapat dua menu yaitu cuaca ekstrim dan data iklim harian. Sebagai contoh jika kita ingin mengetahui cuaca ekstrim pada tanggal 1 Desember 2015, maka akan tampil data seperti ini.
Jika sobat ingin menngunduhnya, tinggal klim menu "download". Selanjutnya untuk data harian, akan muncul halaman ini.
Nah sobat bisa memilih apakah akan akan mengakses data se-Indonesia sekaligus, atau perprovinsi hingga hanya perstasiun saja. Rentang waktu bisa diisi sesuai kebutuhan sobat. Selanjutnya tinggal klik "download" dan data sudah bisa dimiliki.

Fauza
Ads