Results for "pertanian"
Peta Persebaran Pertanian Indonesia
Salah satu provinsi di Indonesia adalah Sumatera Barat. Ibu kota Sumatera Barat adalah Padang. Kota Padang merupakan pintu gerbang ke Ranah Minang, sebutan lain untuk Sumatera Barat. Sumatera Barat terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya Air Terjun Lembah Anai. Sumatera Barat juga kaya dengan sumber daya alam, di antaranya karet, kayumanis, kopi, semen, teh, dan batubara.Selain rendang, Sumatera Barat terkenal dengan Keripik Balado. Keripik Balado adalah keripik yang terbuat dari singkong yang diiris tipis. Keripik di goreng dan dicampur dengan bumbu dan cabai.

Sumber daya alam adalah kekayaan alam yang merupakan ciptaan Tuhan untuk kebutuhan manusia. Setiap daerah memliki sumber daya alam yang berbeda dengan daerah lain. Sumber daya alam ini sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Hal ini harus kita syukuri. Sumber daya alam di sekitar kita  antara lain sebagai berikut:Tanah dan segala yang dapat diusahakan di atasnya. Misalnya, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Bahan galian / tambang, yaitu bahan yang terdapat di dalam tanah. Misalnya: minyak bumi, batu bara, besi, tembaga, nikel, timah, dan lain-lain. Kekayaan alam yang ada di laut, sungai, dan danau. Misalnya, ikan, udang, mutiara, rumput laut, garam, dan lain-lain. Keindahan alam, misalnya pantai pasir putih, danau, lembah, gunung, air terjun, hutan, dan sebagainya.

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup, agar manusia yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita hidup lebih sejahtera. Sumber daya alam terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, dan udara. Contoh dasar sumber daya alam: seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, dan hewan.

A. Sumber daya alam berdasarkan jenis:
  • Sumber daya alam hayati/biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup contoh: tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan lain-lain
  • Sumber daya alam nonhayati/abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. contoh: bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan:
  • Sumber daya alam yang dapat diperbaharui/renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. contoh: air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain.
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui/nonrenewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. contoh: minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
  • Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya/unlimited contoh: sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
  • Sumber daya alam penghasil bahan baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilaigunanya akan menjadi lebih tinggi. contoh: hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
  • Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. misalnya: ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya
Persebaran hasil bumi dan pertanian:
peta persebaran hasil bumi
Persebaran hasil pertanian; Hasil pertanian negara kita antara lain;
WilayahSumber Daya Alam dan Penjelasannya
Sumatera
  • Kelapa sawit : D.I. Aceh (Pulau Simelue), Sumatera Utara (Pulau Nias, Pulau Prayan, Medan, Pematang Siantar)
  • Cengkeh : Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara (Tapanuli)
  • Cokelat : Sumatera utara dan Sumatera Barat
  • Karet : D.I. Aceh, Sumatera Utara (Kisaran, Deli, Serdang), Bengkulu
  • Kelapa : Aceh, Bengkulu, dan Jambi
  • Lada : Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang, Pulau Bangka)
  • Kopi : Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu (Bukit Barisan), Sumatera Utara (Deli, Tapanuli), Lampung (Liwa)
  • Tembakau : Sumatera Utara (Deli), Sumatera Barat (Payakumbuh), Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang).
  • Teh : Sumatera Utara (Pematang Siantar), dan Sumatera Barat
Jawa
  • Cokelat : Salatiga (Jawa Tengah), Trenggalek (Jawa Timur), Sumedang (Jawa Barat)
  • Karet : Jawa Barat, Cilacap (Jawa Tengah), Jawa Timur.
  • Kelapa : Jawa Barat (Banten, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas), D.I. Yogyakarta, Jawa Timur (Kediri),
  • Padi : Indramayu (Jawa Barat), Karawang (Jawa Barat), Jawa Timur
  • Kopi : Jawa Barat (Bogor, Priangan), Jawa Timur (Kediri, Besuki)
  • Jagung : Jawa Tengah (Wonosobo, Semarang, Jepara, dan Rembang); Jawa Timur (Besuki, Madura)
  • Tembakau : Jawa Tengah (Surakarta, Klaten, Dieng, Kedu, Temanggung, Parakan, Wonosobo), dan Jawa Timur (Bojonegoro, Besuki).
  • Teh : Jawa Barat (Bogor, Sukabumi, Garut), Jawa Tengah (Pegunungan Dieng, Wonosobo, Temanggung, Pekalongan)
Kalimantan
  • Kelapa sawit : Kalimantan Barat,
  • Kelapa : Kalimantan Selatan (pegunungan Meratus)
  • Karet : Kalimantan Selatan ( pegunungan Meratus)
  • Rotan : Katingan (Kalimantan Selatan)
  • Lada : Kalimantan Barat
Sulawesi
  • Cokelat : Sulawesi Tenggara
  • Kopi : Sulawesi (Pegunungan Verbeek)
  • Pala : Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara
  • Rotan : Sulawesi Tegah
  • Jagung : Sulut, Sulteng dan Sultra
  • Kelapa : Sulawesi Utara (Minahasa, Sangihe, Talaud, Gorontalo), Bone (Sulsel)
Nusa Tengara, Maluku dan Papua
  • Sagu : Maluku dan Papua
  • Vanili : Flores (Manggarai, Bajawa), Papua.
  • Kelapa : Pulau Halmahera, Pulau Buru, dan Pulau Seram (Maluku), Kep Alor, Pulao Solor (NTT)
  • Kopi : Flores (Manggarai)
  • Pala : Maluku, Papua.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Walaupun suatu negara memiliki Sumber daya alam yang berlimpah, belum tentu hal itu dapat memberikan manfaat besar bagi penduduknya jika tidak dikelola dengan baik. Indonesia yang memiliki SDA yang melimpah ruah, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya.
  • Cengkeh dimanfaatkan sebagai minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan bagian tanaman cengkeh, terutama daun dan bunga cengkeh.  Mengobati penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, seperti batuk, masalah bau napas, mengobati luka gigitan serangga
  • Coklat cokelat merupakan bahan utama pembuatan berbagai macam jenis makanan dan minuman yang menyehatkan.  Manfaat kesehatan: Menurunkan tekanan darah dan kolesterol, mengandung antioksidan yang tinggi, mengandung antidepresi, mencegah kerusakan gigi.
  • Kelapa kelapa diambil daging buahnya dan dikeringkan menjadi kopra, kopra diambil minyaknya sebagai minyak goreng. Kelapa juga dijadikan penyedap masakan.  Daunnya untuk atap, bungkus ketupat, Sabutnya dapat dibuat keset, Batoknya untuk arang, dan Batangnya untuk bahan kayu bangunan
  • Karet karet diambil getahnya sebagai bahan utama pembuatan karet, Karet merupakan bahan utama pembuatan ban mobil dan barang lainnya. Bahan baku pembuatan alat-alat kesehatan.
  • Kopi sebagai bahan baku minuman dan kue, Manfaat kesehatan: mencegah timbulnya penyakit jantung dan stroke jika dikonsumsi secara baik dan tidak berlebihan.
  • Kina sebagai bahan dasar minuman dan kosmetik dan Obat malaria.
  • Kelapa Sawit kelapa sawit diambil minyaknya sebagai minyak goreng, sabun, lilin dan industri kosmetik.
  • Minyak kayu putih untuk menghangatkan tubuh, meredakan pilek dan batuk, mengobati masalah kulit, memar dan gangguan kulit, dan aroma terapi.
  • Kapuk dimanfaatkan seratnya sebagai bahan pembuat alas tidur (kasur) dan juga sebagai bahan pembuat benang.  Bahan isi alat-alat peredam dan alat-alat penyelamatan. Biiji kapuk dapat diolah menjadi sejenis minyak goreng nonkolesterol dan minyak campuran sebagai bahan baku pembuatan sabun
  • Tembakau memiliki hormon penting yang memiliki peran dalam merangsang peredaran darah manusia keseluruh tubuh, melepaskan gigitan lintah, dan sebagai insektisida.
  • Jagung jagung dijadikan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia dan juga sebagai sumber karbohidrat.  Manfaat kesehatan: merawat kulit, mencegah anemia, melancarkan air seni, mengontrol kolesterol, melancarkan ASI, melancarkan pencernaan.
  • Teh sebagai bahan minuman. Manfaat kesehatan: membantu tubuh melawan radikal bebas, meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak, membantu penderita diabetes, mengurangi kadar kolesterol
  • Pala dijadikan bahan penyedap masakan, manisan dan diambil minyaknya.  Manfaat kesehatan dan kecantikan: menghilangkan noda jerawat, pereda sakit perut, membantu tidur, pereda sakit gigi.
  • Lada lada digunakan sebagai bahan penyedap masakan juga diambil minyaknya.  Manfaat kesehatan: melegakan saluran pernapasan dan melancarkan aliran darah di sekitar kepala, membantu melonggarkan jalan pernapasan pada penderita asma.
  • Sagu sebagai bahan makanan pokok pengganti nasi. Manfaat kesehatan: dapat mengatasi pengerasan pada pembuluh darah, mengatasi sakit pada ulu hati serta membantu mengatasi perut kembung.
  • Rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan terutama hiasan dan bahan baku mebel, misalnya kursi, meja tamu, rak buku, keranjang hantaran, keranjang hampers, keranjang suvenir.
  • Padi dimanfaatkan sebagai makanan pokok hampir sebagian besar masyarakat Indonesia, padi diolah menjadi beras, beras dimasak menjadi nasi.
Di Padang, singkong dimanfaatkan untuk membuat Keripik Balado. Ternyata singkong juga bisa diolah menjadi masakan lain. Salah satunya adalah getuk. Getuk (bahasa Jawa: gethuk) adalah makanan ringan yang dibuat dengan bahan utama singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahan-bahan
Bahan yang diperlukan untuk membuat getuk adalah sebagai berikut.
  • 1/2 kg singkong yang sudah dikukus
  • 150 gr gula pasir/gula jawa
  • 1/2 sendok teh garam dapur
  • 1/2 buah kelapa yang telah diparut dan dikukus
  • Pewarna
Untuk getuk berwarna putih, kita sebaiknya menggunakan gula pasir. Untuk getuk berwarna merah, kita menggunakan gula jawa. Sedangkan untuk getuk berwarna hijau, kita dapat menggunakan perasan daun suji.
Langkah-langkah pembuatan getuk:
  • Singkong dikupas dan dicuci sampai bersih, lalu dikukus sampai masak.
  • Tumbuk singkong menggunakan tumbuk kayu atau batu yang dilapisi plastik.
  • Beri gula dan pewarna alami.
  • Sajikan hangat dengan taburan parutan kelapa.

Fauza Thursday, October 20, 2016
Pertanian Berkelanjutan

Masih seputar dunia Pertanian Indonesia…….

Pertanian, sudah merupakan budaya di banyak negara termasuk Indonesia. Budaya yang sudah lahir sejak jaman dahulu. Dimana pada masa tersebut, leluhur kita, kakek nenek moyang kita melakukan kegiatan pertanian yang terutama dilatarbelakangi oleh tuntutan kehidupan dasar tanpa berorientasi untuk kepentingan ekonomi semata (misalnya menjual hasil pertanian).  Mereka pun bertani dan menghasilkan berbagai produk pertanian seperti padi, sayuran dan hewan ternak dari lahan sendiri tanpa ada ketergantungan terhadap produk luar seperti pupuk kimia, pestisida, herbisida maupun bibit unggul. Mereka mampu memadukan dan ‘meng-harmonisasi’ hubungan antara manusia dan lingkungan alam tanpa saling merusak. Mereka pun mampu mencukupi segala kebutuhan sosial dari kelebihan hasil pertaniannya.

Revolusi Hijau

Atas nama kepentingan yang cenderung ke orientasi keuntungan ekonomis, kemudian dicanangkanlah revolusi hijau dengan ditandai hadirnya sistem intensifikasi pertanian, panca usaha tani, pemakaian pupuk kimia sintetis dan obat-obat kimia lainnya. Pada beberapa saat, Revolusi hijau di Indonesia berhasil membuat Indonesia menyandang predikat Swasembada Pangan.
Pada kenyataannya, program tersebut menimbulkan berbagai implikasi negatif :
  1. Pemakaian pupuk kimia dan bahan-bahan kimia sintetis secara berlebihan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan, mulai dari tanah, air, udara dan makhluk hidup. Terjadi kerusakan struktur tanah dan musnahnya predator alami sehingga meningkatnya populasi hama dan gulma karena lebih resisten terhadap pestisida.
  2. Para petani sangat tergantung kepada pupuk kimia seperti pupuk urea atau NPK dan bahan-bahan kimia sintetis lainnya. Mereka menjadi tidak PEDE… bertani tanpa obat-obatan tersebut.
  3. Ketergantungan para petani terhadap bahan-bahan kimia menimbulkan dominasi dan monopoli pihak-pihak yang berkantung tebal dalam penyediaan dan distribusi. Merekalah yang lebih diuntungkan dibandingkan para petaninya sendiri.
  4. Timbul kesenjangan lebih jauh antara petani berduit dan petani kurang berduit. Petani yang punya modal lebih besar akan lebih beruntung karena harga pupuk dan obat tidak menjadi masalah besar, berbeda dengan petani kecil yang untuk membeli ikan asin saja ‘ngos-ngosan’…

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik sebenarnya bukan hal baru atau nge-trend dengan tiba-tiba karena Presiden kita mencanangkannya.  Namun jauuuh… sebelum sistem pertanian konvensional seperti kebanyakan sekarang berjalan, para petani jagoan kita dahulu sudah menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dengan menerapkan ilmu atau sistem pertanian dengan cara-cara yang arif. Sepintas seperti kuno atau tradisional, namun sangat-sangat bernilai tinggi. Mereka telah terbiasa menggunakan pupuk kandang, kompos di ladang maupun sawah, serta penggunaan ramuan-ramuan nabati untuk mengusir hama, memiliki cara menyeleksi bibit dan cara penyimpanannya. Mereka pun hapal betul bagaimana mengatur masa tanam dan variasi tanaman untuk menyiasati hama-hama pengganggu.
Kembali ke laptop,…secara teori, pertanian organik dapat diartikan sebagai suatu sistem produksi pertanaman yang berasaskan daur ulang secara hayati.  Daur ulang unsur hara dapat melalui sarana limbah tanaman dan ternak, serta limbah lainnya yang mampu memperbaiki status kesuburan dan struktur tanah (Rachman, 2002:1).
Adapun filosofi yang melandasi pertanian organik adalah mengembangkan prinsip-prinsip memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan makanan untuk tanaman (istilah bule-nya : feeding the soil that feeds the plants), dan bukan memberi makanan langsung tanaman. Ahli pertanian bule, Von Uexkull (1984) memberi istilah ‘membangun kesuburan tanah’. Strateginya adalah memindahkan hara secepatnya dari sisa tanaman, kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah yang nantinya setelah mengalami mineralisasi akan menjadi hara dalam larutan tanah. Dengan kata lain, unsur hara didaur ulang melalui satu atau lebih tahapan bentuk senyawa organik sebelum akhirnya dimakan, eh diserap oleh tanaman. Berdasarkan hal ini timbul istilah pupuk organik.

Ciri-ciri Pertanian Organik

Menurut beberapa ahli-nya pertanian, berikut adalah beberapa ciri dari pertanian organik :
  1. Melindungi kesuburan tanah dengan mempertahankan kadar bahan organik, dan tidak menggunakan alat-alat mekanisasi secara sembarangan.
  2. Menyediakan sendiri unsur Nitrogen melalui pengikatan Nitrogen secara biologis.
  3. Melakukan daur ulang secara effektif bahan organik dari sisa tanaman maupun limbah ternak.
  4. Membantu perkembangan aktivitas biologi tanah
  5. Mengendalikan gulma dan hama penyakit dengan rotasi tanaman, pemanfaatan predator dan penggunaan varietas yang lebih tahan.
  6. Memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi secara berkesinambungan
  7. Dalam seluruh kegiatannya, aspek alamiah dan kondisi lingkungan sekitar merupakan sumber penunjang produksi pertanian yang utama.
  8. Mengurangi bahkan meniadakan penggunaan bahan penunjang dari luar, seperti pupuk kimia.
  9. Mendaur ulang nutrisi atau unsur hara dalam tanah

Pengertian Pertanian Berkelanjutan

Sistem Pertanian Berkelanjutan adalah suatu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan atau sistem pertanian yang patuh dan tunduk terhadap aturan-aturan alamiah. Sebenarnya sistem tersebut merupakan suatu ‘remain’, mengingatkan kembali pada pola back to nature, yang sudah pernah dilakukan oleh kakek nenek buyut kita.
Segala upaya manusia yang mengingkari kaidah-kaidah hubungan suatu ekosistem dalam jangka pendek mungkin mampu memacu produktivitas lahan dan hasil. Namun dalam jangka panjang biasanya hanya akan berakhir dengan rusak dan hancurnya lingkungan. Kita yakin betul bahwa hukum alam adalah kuasa Tuhan. Manusia sebagai umat-Nya hanya berwenang menikmati dan berkewajiban menjaga dan melestarikannya (Karwan, 2003:1).
Konsep dari Pertanian Berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan teori-teori dari berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang ditujukan bagi kemaslahatan umat manusia sekarang dan pada masa yang akan datang. Konsep ini juga bersifat holistik, menyeluruh, dengan mempertemukan berbagai aspek dan disiplin keilmuan lain yang sudah mapan seperti, ekologi, sosial, ekonomi dan kelembagaan.

Ciri-ciri Pertanian Berkelanjutan

Berdasarkan referensi dari Technical Advisory Committee of the CGIAR (TAC-CGAR, 1988), CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) atau Lembaga Konsultasi Penelitian Pertanian Internasional, Pertanian Berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.  Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
  1. Mantap secara ekologis, berarti kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan mulai dari manusia, tanaman dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Berarti tanah harus dikelola dan kesehatan tanaman dan hewan serta masyarakat dipertahankan melalui proses biologis. Sumber daya lokal digunakan secara ramah dan dapat diperbaharui.
  2. Dapat berlanjut secara ekonomis.
  3. Adil, yang berarti sumber daya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga keperluan dasar semua anggota masyarakat dapat terpenuhi dan begitu pula hak mereka dalam penggunaan lahan dan modal yang memadai serta bantuan teknis yang terjamin.
  4. Manusiawi, menghargai martabat dasar semua makhluk hidup dan menghargai budaya lokal.
  5. Luwes, masyarakat memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri (mampu beradaptasi) dengan perubahan kondisi usaha pertanian.
  6. Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan. Para petani mampu menghasilkan keuntungan dalam tingkat produksi yang cukup dan stabil, pada tingkat resiko yang masih bisa ditolelir/diterima.
  7. Berkeadilan sosial, ini yang sering mendapat hambatan, sistem ini harus menjamin terjadinya keadilan dalam akses dan kontrol terhadap lahan, modal, informasi dan pasar bagi yang terlibat, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, jenis kelamin, agama, maupun etnis.
Keberhasilan penerapan Pertanian Organik menuju Pertanian Berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan semua pihak. Sistem ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan pemerintah, institusi, pihak swasta, para pakar, akademisi, para petani dan anda sendiri.

Fauza
CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKASHI – HCS

Bokashi HCSPupuk Bokashi, dari namanya saja sepintas orang kebanyakan tidak akan mengenal, pupuk apaan lagi ini ? Namanya aneh…
Pupuk Bokashi, ga tau siapa yang pertama memberikan nama seperti ini. Dilihat dari namanya, mungkin orang Jepang yang ngasih nama karena mungkin teknologi awal-nya  dari sana mulai diperkenalkan.
Pengertian yang berhasil penulis himpun dari sono-sini, Pupuk Bokashi kurang lebih dapat diartikan sebagai (ini pun kata orang Jepang) : “Bahan Organik yang telah difermentasikan”. Berarti Bokashi adalah hasil fermentasi atau peragian bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan atau pupuk kandang, dan lain-lain bahan organik.  Bahan-bahan tersebut difermentasi dengan bantuan microorganism activator untuk mempercepat prosesnya. Ada pula yang mengartikan bahwa BOKASHI adalah kependekan dari Bahan Organik Kaya Sumber Hayati.  Hehehe….silahkan pilih, pengertian mana yang anda sukai.
Dalam pembuatan Pupuk Bokashi pola HCS, SOT HCS digunakan sebagai aktivator. Efek lain dari sistem pupuk bokashi ini adalah bahwa hasil fermentasi tidak se-bau cara konvensional misalnya pada pupuk kompos. Proses pembuatan pupuk bokashi juga relatif lebih cepat dibandingkan pupuk kompos.
Pupuk organik atau Pupuk Bokashi ala HCS, selain proses pembuatannya cepat, hasil tidak terlalu bau, juga dapat menekan timbulnya jamur atau fungi dan gulma setelah selesai proses pembuatan pupuk, seperti yang timbul pada sistem Bokashi biasa.
Oke, cukup ya pengantarnya…..kita langsung saja ke praktek cara pembuatan pupuk Bokashi HCS, simak ya baik-baik :

Di sini kita rencanakan pembuatan Pupuk Bokashi dengan bahan dasar kotoran ternak seberat 200 kg. Kalau misalnya anda mau membuat kurang atau lebih dari 200 kg, ya tinggal hitung aja lah sendiri perbandingan bahan dan obat yang harus digunakannya.  Gampang koq….
Oke siap…….Yang pertama, tentu saja siapkan dulu peralatannya, ini dia :

Alat-alat yang dibutuhkan :

  1. Terpal, ini adalah untuk alasnya. Bisa juga bahan lain digunakan, yang penting bisa digunakan sebagai alas untuk pencampuran bahan.
  2. Sekop, ini gunanya untuk mengambil  dan mencampur bahan.
  3. Drum atau gentong plastik. Penulis sarankan gentong plastik, supaya mudah untuk membersihkannya nanti, selain itu bisa lebih awet karena tidak akan karatan.
  4. Ember plastik, siapkan yang volume-nya sampai 10 liter. Gunanya nanti buat nyampur-nyampur larutan dan obat.
  5. Sprayer, atau semprotan tangan. Dipakai agar obat dapat tersebar dengan rata.
  6. Bagi yang belum biasa dengan misalnya kotoran ternak, boleh lah disiapkan sarung tangan plastik dan sepatu boot, lumayan untuk menjaga kaki menginjak kotoran. Atau yang belum kenal dengan bau kotoran ternak, silahkan pakai masker…
Setelah persiapan peralatan, selanjutnya  kita ke persiapan bahan, simak dan catat tabel berikut di bawah ini :

Bahan dan Obat-obat untuk pembuatan Pupuk Bokashi :

New Picture (7)Tahap selanjutnya dalam pembuatan pupuk bokashi adalah sebagai berikut :
  1. Membersihkan kotoran ternak dari bibit hama berupa gulma dan fungi/jamur dengan cara disemprot PHEFOC :

  • Larutkan 1 (satu) botol PHEFOC HCS dan 3 (tiga) sdm. gula pasir ke dalam 5 liter air (gunakan ember).
  • Kemudian hamparkan terpal untuk tempat kotoran ternak yang hendak di semprot.
  • Semprotkan larutan PHEFOC HCS secara merata memakai sprayer dengan membuat lapisan sedikit demi sedikit. Maksudnya adalah begini, di atas terpal tadi buat lapisan kotoran ternak agak tipis kemudian disemprot rata, selanjutnya di atasnya buat lagi lapisan ternak lalu disemprot, demikian seterusnya…..
  • Bila perlu tambahkan air dan diaduk sampai kandungan air kurang lebih 30% (ciri-cirinya adalah air tidak menetes/setengah basah dan bila dikepal dengan tangan sulit pecah)
  • Setelah diperkirakan merata dan kandungan airnya cukup, lalu kotoran ternak tersebut dimasukkan ke dalam drum/gentong plastik dan ditutup rapat agar terjadi proses fermentasi tahap 1 selama 1 hari (24 jam)
  • Apabila telah selesai, dinginkan kotoran ternak yang sudah difermentasi tadi untuk proses fermentasi tahap ke 2

Tahap kedua adalah proses pembuatan pupuk Bokashi caranya :

  • Larutkan 1 botol SOT HCS dan 200 gr gula pasir ke dalam 5 liter air
    (gunakan ember lagi).
  • Hamparkan lagi terpal untuk mencampurkan semua bahan.
  • Campurkan semua bahan : kotoran ternak, abu sekam, bekatul, dan dolomite secara merata.
  • Semprotkan larutan SOT HCS secara merata memakai sprayer dengan membuat lapisan sedikit demi sedikit (ingat cara fermentasi kotoran ternak tahap 1…..)
  • Bila perlu tambahkan air dan diaduk sampai kandungan airnya kurang lebih 30% (ciri-cirinya adalah air tidak menetes/setengah basah dan bila dikepal dengan tangan susah pecah).
  • Setelah tercampur dengan baik, adonan campuran tadi dimasukkan kedalam drum atau tong plastik dan ditutup dengan rapat untuk proses fermentasi tahap 2. Waktu yang diperlukan adalah selama 3 hari (72 jam).
  • Selama fermentasi suhu akan mengalami kenaikan sampai 50⁰C itu tandanya reaksi fermentasi berhasil dilakukan.
  • Kemudian dinginkan dan akhirnya pupuk bokashi pun siap anda gunakan sebagai pupuk organik.
Beberapa Catatan Penting :
  1. Bila tidak ada molasse, berbagai macam gula dapat digunakan sebagai gantinya seperti gula aren, gula kelapa, jus buah, maupun sisa pembuangan alkolhol.
  2. Sebaiknya atur suhu jangan sampai terlalu panas supaya tidak terjadi proses pembusukan yang mengakibatkan bokashi menjadi rusak. Biasanya tahap awal fermentasi periksa kondisi suhu setiap 5 jam. Dapat juga digunakan termometer untuk mengukur suhu agar lebih yakin.
Akhirnya selesai sudah pembahasan tentang pembuatan pupuk bokashi dengan bahan dasar kotoran ternak tanpa hama, gulma dan fungi penggangu, pupuk bokashi akan lebih sempurna jika mengunakan kotoran ternak yang sebelumnya telah diberi pakan fermentasi SOC HCS karena dapat mempercepet proses fermentasi (cukup 3 hari) dibanding dengan cara bokashi biasa yang  bisa memakan waktu 4 hari/lebih. Apalagi difermentasi melalui 2 tahap yaitu fermentasi PHEFOC dan SOT Bokashi lebih sempurna, PHEFOC sendiri memiliki keunggulan dalam membasmi hama, gulma dan fungisida dan SOT sendiri memiliki keunggulan sebagai pupuk organik yang mengandung 52 mikroba laktogen (dengan sistem mikroba matrix) yang berfungsi sebagai penyubur dan penyehat tanah.

Fauza
Mengenal Jenis, Karakter, Penyebaran dan Pemanfaatan Tanah Pertanian di Indonesia
Tulisan berikut saya sajikan sekedar untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai jenis tanah pertanian, terutama di Indonesia.  Sumber tulisan untuk materi ini diambil dan diolah dari berbagai sumber dan merupakan pengetahuan dasar pelengkap, sehingga diharapkanCapture setidaknya kita ‘agak mengenal’ mengenai jenis dan karakter tanah yang ada disekitar kita dan mengetahui pemanfaatannya dengan tepat.
Mengetahui jenis, karakter, penyebaran tanah di suatu wilayah akan sangat membantu karena dengan demikian dapat ditentukan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Menentukan tujuan pemanfaatan tanah, apakah layak untuk pertanian atau lebih memiliki nilai pemanfaatan lain, misalnya untuk konservasi hutan atau wisata alam.
  2. Menentukan jenis tanaman yang paling cocok ditanam di tempat tersebut.
  3. Mengetahui potensi jenis serangan hama dan penyakit.
  4. Melakukan langkah yang tepat pada saat pengolahan tanah berdasarkan sifat kimia tanah tersebut. Misalnya untuk menentukan pemberian  jenis pupuk dan jumlahnya dengan lebih tepat.

Peta Tanah

Penyebaran jenis dan karakter tanah di suatu daerah, biasanya disusun dalam suatu bentuk Peta Tanah. Peta ini sangat berguna bagi para petani dan telah disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan langsung (observasi) di lapangan.  Para pengambil kebijakan sebaiknya mempertimbangkan pula penyebaran jenis tanah berdasarkan Peta Tanah yang telah dibuat.  Jangan sampai suatu wilayah dengan potensi tanah dapat menghasilkan produk pertanian unggulan, malah dijadikan lokasi perdagangan dalam Master Plan-nya.  Peta Tanah dibuat secara berjenjang, misalnya Peta Tanah seluas wilayah kabupaten atau kecamatan, seperti contoh berikut ini :
peta tanah 1peta tanah 2peta tanah 3Pemetaan tanah, juga sudah seyogiyanya disosialisasikan secara luas kepada setiap pihak yang berkepentingan, terutama para petani kita.

Arti Penting Tanah

Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya ‘tanah’.  Tanah mungkin sesuatu yang termasuk memiliki ‘martabat rendah’…hehe.  Bayangkan,…berjuta-juta orang menginjaknya setiap hari, dari dulu hingga sampai entah kapan.
Namun meskipun diinjak setiap hari, saya jamin tidak semua orang mengetahui dengan ‘agak mendalam’ mengenai tanah itu sendiri.  Oleh karena itu, mari kita mulai berkenalan…Pada dasarnya, tanah merupakan suatu lapisan yang berada di permukaan bumi, berbentuk padat (tetapi bukan batuan), dengan penyebaran secara horizontal dan vertikal yang berbeda untuk satu daerah dengan daerah yang lainnya. Tanah sangat mendukung berbagai aktivitas kehidupan manusia dan organisme lainnya. Sehingga dapat kita katakan, tanpa adanya tanah, hampir semua aktivitas kehidupan manusia di dunia akan terganggu.
Pengertian tanah bukanlah hal yang baku. Pengertiannya akan selalu berbeda antara satu orang ahli dengan yang lainnya tergantung kepada profesi dan sejauh mana hubungan manusia tersebut dengan tanah. Bagi seorang ahli ilmu tanah, tanah adalah suatu lapisan bahan alami yang terbentuk akibat adanya pengaruh-pengaruh seperti iklim, organisme, batuan induk, topografi, dan waktu. Adanya perbedaan setiap faktor juga menyebabkan perbedaan jenis dan karakteristik tanah yang dibentuk. Dan bagi seorang ‘makelar tanah’, mungkin tanah merupakan sesuatu yang bisa diperjualbelikan dan dapat mendatangkan keuntungan…hehe
Dalam bidang pertanian, tanah lebih diidentikkan pengertiannya dengan tempat atau media tumbuh tanaman. Hal ini karena paling tidak tanah memiliki empat fungsi utama:
  1. Merupakan tempat tumbuh dan berkembangya perakaran yang memungkinkan tanaman tumbuh tegak dan mendapatkan nutrisi makanan.
  2. Tanah merupakan penyedia kebutuhan pokok tanaman seperti air, udara, dan beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, bekembang, dan menghasilkan.
  3. Penyedia kebutuhan sekunder yang berfungsi untuk menunjang metabolisme tanaman seperti zar pengatur tumbuh, enzim, dan antibiotik.
  4. Habitat biota tanah yang seringkali menunjang pertumbuhan tanaman.
Seperti telah disebutkan di atas, tanah memiliki penyebaran secara vertikal dan horizontal. Penyebaran vertikal hanya dipengaruhi oleh jenis tanah. Penyebaran secara horizontal disebabkan oleh perbedaan keadaan iklim, topografi, bahan batuan induk, organisme, dan waktu yang menyebabkan setiap daerah memiliki jenis dan karakter tanah yang juga berbeda-beda. Perbedaan jenis tanah juga akan menyebabkan perbedaan pemanfaatan untuk pertanian karena setiap tanaman memiliki syarat tumbuh yang berbeda-beda berkaitan dengan sifat dan kerakter tanah. Makanya anda jangan heran, berdasarkan hal inilah di Indonesia di setiap daerah memiliki tanaman khas-nya masing-masing. Anda pasti tahu kan, ubi rasa madu dari daerah Cilembu yang disebut ‘Ubi Cilembu’, dan yang lainnya seperti Salak Pondoh, Nenas Subang, Talas Bogor, Apel Malang, dan masih banyak lagi. Dan bersyukurlah, ternyata Indonesia memang kaya dengan beragam jenis tanaman unggulan.
Baiklah mari kita lanjutkan, berikut adalah secara umum dan singkat jenis, karakter, penyebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian, terutama di Indonesia :

1. Regosol

Menurut empu-nya USDA, regosol merupakan tanah yang termasuk ordo entisol. Secara umum, tanah entisol adalah tanah yang belum mengalami perkembangan yang sempurna, dan hanya memiliki horizon A yang marginal. Contoh yang tergolong entisol adalah tanah yang berada di sekitar aliran sungai, kumpulan debu vulkanik, dan pasir. Umur yang masih muda menjadikan entisol masih miskin sampah organik sehingga keadaannya kurang menguntungkan bagi sebagian tumbuhan.TANAH REGOSOL
Secara spesifik, ciri regosol adalah berbutir kasar, berwarna kelabu sampai kuning, dan bahan organik rendah. Sifat tanah yang demikian membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral yang dibutuhkan tanaman dengan baik.
Dengan kandungan bahan organik yang sedikit dan kurang subur, regosol lebih banyak dimanfaatkan untuk tanaman palawija, tembakau, dan buah-buahan yang juga tidak terlalu banyak membutuhkan air. Regosol banyak tersebar di Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara yang kesemuanya memiliki gunung berapi.

2. Latosol

latosolDalam USDA jenis tanah latosol ini masuk dalam golongan inseptisol. Inseptisol berkembang pada daerah yang lembab. Perkembangan horizon inseptisol berlangsung lambat sampai sedang. Perkembangan yang lambat terjadi karena tanah berada pada ligkungan yang lembab, dingin, dan mungkin terdapat genangan-genangan air.
Secara spesifik, latosol merupakan tanah yang berwarna merah hingga coklat sehingga banyak yang menamainya sebagai tanah merah, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki kandungan bahan organik yang sedang, dan pH netral hingga asam. Kadar humus latosol mudah menurun, dan memiliki fosfat yang mudah bersenyawa dengan besi dan almunium. Latosol banyak dijumpai di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bali, Jawa, Minahasa, Papua, dan Sulawesi. Saat ini, jenis tanah latosol banyak digunakan untuk pertanaman palawija, padi, kelapa, karet, dan kopi.

3. Organosol

Organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat adanya pelapukan-pelapukan bahan organik. Sebagai hasil pelapukan bahan organik, tanah jenis ini subur untuk hampir semua jenis tanaman. Organosol dibedakan menjadi dua yaitu tanah humus dan tanah gambut.TANAH ORGANOSOL
Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan dan pembusukan bahan organik khususnya dari tanaman yang sudah mati. Humus sangat subur untuk pertanian. Kandungan bahan organik yang tinggi membuat tanah humus berwarna kehitam-hitaman. Humus banyak dimanfaatka untuk media pertanaman kelapa, nanas, dan padi. Persebarannya banyak terdapat di pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua.
Tanah gambut adalah tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik. Akan tetapi, tanah gambut kurang subur untuk pertanian. Pembusukan pada tanah gambut berlangsung dalam keadaan tergenang air sehingga tanah menjadi anaerob dan terlalu masam. Bahan organik yang tidak lapuk sempurna juga menyebabkan tanah gambut tidak subur untuk tanaman. Gambut banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan Barat, dan pantai selatan Papua. Saat ini gambut baru dikembangkan untuk pertanian kelapa sawit.

4. Alluvial

Menurut USDA, jenis tanah Alluvial tergolong dalam ordo inseptisol. Ciri umum sama dengan pada tanah latosol. Alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai. Ciri utama tanah alluvial adalah berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas. Kesuburan tanah alluvial sangat bergantung pada sumber bahan asal aliran sungai.TANAH ALLUVIAL
Jenis tanah Alluvial terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sungai-sungai besar seperti di pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, dan papua. Alluvial banyak dgunakan untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan.

5. Podzolik Merah Kuning

TANAH PODZOLIK MERAH KUNINGPodzolik merah kuning merupakan bagian dari tanah Ultisol. Menurut USDA, ultisol adalah tanah yang sudah mengalami pencucian pada iklim tropis dan sub tropis. Karakter utama tanah ultisol adalah memiliki horizon A yang tipis, akumulasi lempung pada horizon B dan bersifat agak masam. Tanah ultisol bersifat agak lembab dengan kadar lengas tertinggi pada ultisol yang berbentuk bongkah.
Tanah podzolik merah kuning sendiri merupakan tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzolik merah kuning berwarna merah sampai kuning dengan kesuburan yang relatif rendah karena pencucian-pencucian. Podzolik merah kuning banyak digunakan untuk tanaman kelapa, jambu mete, karet, dan kelapa sawit. Podzolik merah kuning banyak dijumpai di daerah pegunungan Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Maliku, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara.

6. Laterit

Laterit hampir sama dengan podzolik meah kuning. Hanya saja jenis tanah ini terbentuk pada suhu yang lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah laterit memiliki kandungan hara yang rendah sehingga kurang cocok untuk berbagai jenis tanaman. Laterit banyak dijumpai pada pegunungan yang hutannya sudah gundul seperti pada Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Laterit bayak digunakan untuk pertanaman jambu mete dan kelapa.

7. Litosol

Dalam USDA, litosol termasuk dalam ordo Entisol, sama dengan tanah regosol. Lebih spesifik, tanah litosol merupakan tanah muda yang berasal dari pelapukan batuan yang keras dan TANAH LITOSOLbesar. Litosol belum mengalami perkembangan lebih lanjut sehingga hanya memiliki lapisan horizon yang dangkal. Sebagai tanah muda, latosol memiliki struktur yang besar-besar dan miskin akan unsure hara.
Litosol banyak terdapat di Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku Selatan, dan Papua. Latosol baru bisa dimanfaatkan untuk palawija.

8. Rendzina

TANAH RENDZINARendzina merupakan tanah organik diatas bahan berkapur yang memiliki tekstur lempung seperti vertisol. Tanah rendzina memiliki kadar lempung yang tinggi, teksturnya halus dan daya permeabilitasnya rendah sehingga kemampuan menahan air dan mengikat air tinggi. Tanah rendzina berasal dari pelapukan batuan kapur dengan curah hujan yang tinggi. Tanah jenis ini memiliki kandungan Ca dan Mg yang cukup tinggi, bersifat basa, berwarna hitam, serta hanya mengandung sedikit unsur hara.
Rendzina banyak terdapat di Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung dan pegunungan kapur di selatan Pulau Jawa. Rendzina digunakan untuk budidaya tanaman keras semusim dan juga tanaman palawija.

9. Tanah Mediteran

TANAH MEDITERANDalam USDA, tanah mediteran merupakan tanah ordo alfisol. Alfisol berkembang pada iklim lembab dan sedikit lembab. Curah hujan rata-rata untuk pembentukan tanah alfisol adalah 500 sampai 1300 mm tiap tahunnya. Alfisol banyak terdapat di bawah tanaman hutan dengan karakteristik tanah: akumulasi lempung pada horizon Bt, horizon E yang tipis, mampu menyediakan dan menampung banyak air, dan bersifat asam. Alfisol mempuyai tekstur lempung dan bahan induknya terdiri atas kapur sehingga permeabilitasnya lambat.
Tanah mediteran merupakan hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini berkisar antara merah sampai kecoklatan. Tanah mediteran banyak terdapat pada dasar-dasar dolina dan merupakan tanah pertanian yang subur di daerah kapur daripada jenis tanah kapur yang lainnya.  Tanah mediteran ini banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatra. Mediteran cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete.

10. Grumosol

TANAH GRUMOSOLDalam USDA, grumosol tergolong dalam ordo vertisol. Vertisol merupakan tanah dengan kandungan lempung yang sangat tinggi. Vertisol sangat lekat ketika basah, dan menjadi pecah-pecah ketika kering. Vertisol memiliki keampuan menyerap air yang tinggi dan juga mampu menimpan hara yang dibutuhkan tanaman. Grumosol sendiri merupakan tanah dengan warna kelabu hingga hitam serta memiliki pH netral hingga alkalis. Di Indonesia, jenis tanah ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut dengan topografi agak bergelombang hingga berbukit, temperatur rata-rata 25oC, curah hujan <2.500 mm, dengan pergantian musim hujan dan kemarau yang nyata.
Grumosol banyak terdapat di Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Timur. Grumosol banyak dimanfaatkan untuk pertanian jenis rumput-rumputan atau pohon-pohon jati.
Yup,..nah itulah beberapa jenis tanah di Indonesia.  Meskipun setiap jenis tanah tersebut di atas  memiliki perbedaan karakteristik yang membedakan antara satu jenis tanah dengan jenis yang lainnya, namun secara prinsip setiap jenis tanah tersebut dapat dimodifikasi sedemikian rupa agar suatu jenis tanah dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan hasil untuk semua jenis tanaman. Hanya saja sekarang tinggal bagaimana para ahli dan setiap orang yang terlibat di bidang pertanian mampu memanfaatkan semua potensi yang ada tersebut.  Dan hal inilah yang juga menjadi tantangan bagi produk-produk HCS dengan SOT dan PHEFOC-nya.  Semoga bermanfaat…


Diolah dari berbagai sumber :
http://www.anakagronomy.com
http://ips-abi.blogspot.com/2012/10/persebaran-jenis-tanah-dan.html
http://wandylee.wordpress.com/2012/05/16/jenis-tanah-di-indonesia/
http://arisudev.wordpress.com/2011/07/13/berbagai-jenis-tanah-di-indonesia/
Syamsul Siradz dan Bambang K Kertonegoro. Bahan Kuliah Dasar-dasar Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
Hanifah, K.A. 2009. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers, Jakarta.

Fauza
Pedoman Waktu Tanam Cabe untuk peroleh Harga Terbaik
harga cabai hari ini

Budidaya cabai memang selalu ciamik untuk diperbincangkan. Saat harga tinggi, petani akan menerima keuntungan yang sangat besar. Tapi sebaliknya saat harga cabai anjlok, petani kelimpungan hingga enggan merawat lagi cabainya. Fluktuasi harga cabai ini sangat dipengaruhi cuaca, panen raya, kebijakan perdagangan dan momentum yang mengiringi. Perilaku ikut-ikutan menanam saat harga tinggi juga turut mengubah struktur harga

Apabila masyarakat menanam hanya karena motif mengikuti tingginya harga cabai hari ini, maka seorang petani hanya akan terpelanting dan tidak mampu bertahan dalam kancah budidaya cabai mengingat fluktuasi harga cabai sangat tinggi. Kukuh Subekti, MMA, seorang penyuluh pertanian dan penggerak sentra cabai di Kec. Kismantoro mengungkapkan, “salah satu kunci sukses saat akan terjun dalam bisnis cabai adalah: Tanamlah Cabai dan Jangan Memperhatikan Harganya. Terus konsisten menanam meskipun harga sedang turun. Dengan demikian kita akan menikmati manisnya budidaya cabai.”

Terus konsisten menanam, tetapi tetap memperhitungkan waktu menanam yang tepat. Lebih lanjut Kukuh menyampaikan, ada panduan sederhana untuk menentukan kapan waktu tanam yang tepat agar memperoleh harga yang baik. Apabila tanam di mongso Apitan (istilah pranata mangsa Jawa, red) atau sekitar bulan Februari hingga April, maka petani akan memperoleh harga rendah karena menyongsong musim kemarau ketika stok cabai melimpah, namun masih akan mendapatkan harga yang sedang saat mulai memasuki musim penghujan. Dikarenakan stok cabai mulai menyusut.

Jika ingin tanam pada saat kemarau atau sekitar bulan Juni hingga Agustus, kemungkinan petani akan mendapatkan harga yang rendah pada awal panen, tetapi masih bisa mendapatkan harga sedang dan harga tinggi di musim penghujan dengan syarat kondisi tanaman masih sehat terawat dan panen masih optimal hingga akhir panen. Agar hasil terus optimal, meskipun tanam pada musim kemarau, tinggi guludan tetap harus 40 cm untuk mengantisipasi masuknya musim penghujan. Selain itu aplikasi pestisida hayati juga perlu diberikan untuk menjaga kondisi tanaman.

Apabila tanam pada musim penghujan, atau berkisar antara bulan Oktober hingga Desember, kemungkinan petani akan mendapatkan harga yang tinggi di awal tanam, kemudian harga sedang dan harga rendah di akhir usia panen. Tanam pada musim ini memang rawan terserang penyakit, tetapi ini dapat diantisipasi apabila menerapkan teknis budidaya yang tepat.

Tentu saja panduan ini bersifat umum dan dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti kebijakan politik dan momentum masyarakat. Semisal hari raya Idul Fitri jatuh pada musim kemarau akan menyebabkan harga cabai anjlok. Karena banyak petani menanam dengan harapan harga cabai tinggi saat hari raya, tetapi melupakan kondisi stok cabai akan melimpah saat musim kemarau. 

Meskipun demikian, panduan ini dapat dijadikan gambaran umum fluktuasi harga cabai setiap tahunnya. Sekali lagi, konsisten dan tidak mudah kapok merupakan kunci utama untuk menikmati legitnya bisnis cabai.


Gambar: kementan

Fauza
Cara mengakses data iklim Indonesia secara gratis
Bagi sobat yang menjadi peneliti, akademisi, mahasiswa ataupun pelajar yang sedang mengerjakan penelitian, tugas akhir dan lainnya dan membutuhkan data iklim untuk mendukung penelitian sobat semua,  ada kabar gembira nih. BMKG sudah menyediakan portal untuk mengakses data iklim harian. Ya... harian ! Sobat tak perlu repot-repot berkunjung ke kantor-kantor BMKG. Cukup dari laptop atau PC anda. Dan yang pasti gratis !
Pertama, anda cukup membuka portalnya pada http://dataonline.bmkg.go.id, akan tampil halaman seperti ini
Berdasarkan penjelasan pada bagian footer laman tersebut tertera penjelasan sebagai berikut :
------------------------------
Aplikasi DATA ONLINE - PUSAT DATABASE - BMKG adalah aplikasi layanan data untuk pengguna, baik untuk kalangan internal BMKG maupun eksternal yang terdiri dari kalangan Perguruan Tinggi, Institusi Kementrian/Lembaga, Swasta, dan Masyarakat pengguna data MKKuG
---------------------------------
Nah jika baru pertama kali, anda harus registrasi terlebih dahulu, akan terbuka form seperti ini
Silahkan diisi secara lengkap dan yang terpenting alamat email harus validasinya akan melalui email yang kita input. Jika berhasil sobat akan menerima konfirmasi seperti ini
Berarti sobat sudah bisa mengakses data online tersebut. Setelah login, akan terbuka halaman FAQ (frequent ask question) seperti ini.
Sobat bisa membaca-baca dulu jenis-jenis data yang tersedia, satuannya dan hal lainya. Secara umum sitemap dari portal data online tersebut sebagai berikut : 
  • Metadata Stasiun
  • Ketersediaan Data
  • Data Iklim, terdiri dari  data iklim harian data data cuaca ekstrim
  • FAQ
Metadata Stasiun
Pada halaman ini berisi informasi tentang jaringan dan jenis stasiun yang dimiliki BMKG dengan tab menu tabel dan tab menu peta. Semua informasi bisa ditampilkan secara keseluruhan se-Indonesia atau spesifik berdasarkan provinsi dan kabupaten. Ada 3 jenis stasiun yang di miliki BMKG yaitu :
1. Stasiun berupa Unit Pelaksana Teknis. 
Jika kita klik > Metadata >Peta, kolom provinsi kita pilih "semua" dan jenis stasiun kita pilih "UPT" maka akan muncul peta seperti ini
dengan cara yang sama, kita bisa melihat peta jaringan pos hujan dan AWS yang di miliki BMKG.

Ketersediaan Data
Halaman ini untuk melihat ketersediaan data pada masing-masing stasiun BMKG. Tampilannya seperti ini.
Kita bisa memilih tampilan perprovinsi hingga perstasiun saja dalam bentuk grafik ataupun tabel.
Data Iklim
Pada halaman ini terdapat dua menu yaitu cuaca ekstrim dan data iklim harian. Sebagai contoh jika kita ingin mengetahui cuaca ekstrim pada tanggal 1 Desember 2015, maka akan tampil data seperti ini.
Jika sobat ingin menngunduhnya, tinggal klim menu "download". Selanjutnya untuk data harian, akan muncul halaman ini.
Nah sobat bisa memilih apakah akan akan mengakses data se-Indonesia sekaligus, atau perprovinsi hingga hanya perstasiun saja. Rentang waktu bisa diisi sesuai kebutuhan sobat. Selanjutnya tinggal klik "download" dan data sudah bisa dimiliki.

Fauza
Mengenal Lebih Dekat dengan HAMA dan PENYAKIT yang Sering Menyerang Tanaman Cabe
Kali ini kita akan coba mengulas dan mengenali beberapa jenis hama maupun penyakit yang sering menyerang tanaman cabe (Capsicum annuum L.),  Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman ini sudah menjadi keharusan untuk kita ketahui.ulat jengkal
Menjadi keharusan karena jangan sampai kita berandai-andai yang manisnya saja mengenai keuntungan atau laba yang akan kita peroleh pada saat panen cabe. Ini beneran lho…
Pada intinya, seperti biasa saya mengingatkan…sebelum melakukan kegiatan apapun kita harus minimal pertama membuat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mendukung kegiatan kita agar mendatangkan keuntungan. Kedua, nah ini yang biasanya kita lewatkan atau bahkan kadang-kadang terlupakan, yaitu mengenai faktor-faktor yang justru dapat merugikan, di sini yang akan kita coba ketahui adalah seputar hama dan penyakit pada tanaman cabe.

Sebenarnya, salah satu penyebab lain mengapa harga cabe merah, misalnya, pada suatu saat tiba-tiba melambung tinggi adalah karena adanya serangan hama dan penyakit, selain tentunya akibat musim atau cuaca yang kurang mendukung. Banyak petani cabe merah sahabat kita, mengalami kerugian yang tidak sedikit jumlahnya akibat serangan hama dan penyakit pada tanaman mereka. Namun bagi yang sudah menyiapkan diri menghadapinya, pada umumnya tingkat kerugian dapat ditekan bahkan dapat dicegah.
Baiklah, kita lanjut ke materi utama ya..
Tanaman/buah cabe atau kita sebut cabe saja, ternyata meskipun rasanya pedas tapi tidak menyebabkan hama dan penyakit mengurungkan niatnya untuk menyerang. Beberapa dari serangan penyakit bahkan dapat menyebabkan akibat yang sangat dan sangat merugikan. Materi tulisan ini berasal dari beberapa sumber, diolah dan ditambah seperlunya dengan harapan menambah pengenalan kita terhadap musuh tanaman cabe. Ok,…Mari kita pelajari satu-persatu…

Hama

1. Hama Ulat

a. Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Hama ulat begitu populer di kalangan para petani. Popularitas ulat ini tidak perlu diragukan lagi dan menjadi musuh sejak dulu, tidak terkecuali terhadap tanaman cabe. Ulat yang biasanya sering menyarang tanaman cabe diantaranya adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat jenis ini dapat daundimakanulatmemakan daun sampai bolong-bolong sehingga kemampuan fotosintesis tanaman terganggu. Pada serangan yang massif ulat grayak ini sampai memakan habis seluruh daun dan hanya menyisakan tulang-tulang daun…. Serangannya mirip ikan Piranha kalau kita bandingkan…

b. Ulat jenis Helicoverpa sp dan Spodoptera exiqua

Serangan ulat jenis ini menyebabkan lubang pada buah cabe, baik cabe yang masih hijau maupun pada cabe yang sudah merah.

c. Pola serangan

Pada umumnya serangan ulat terjadi di malam hari atau saat sinar matahari teduh, misalnya menjelang sore hari. Menurut informasi, ternyata si ulat tidak nyaman menyantap daun atau cabe di bawah terik matahari…Pada siang hari yang terik , mereka bersembunyi di bawah ketiak daun, pangkal tanaman atau dibalik mulsa, sehingga mereka nyaman dan aman dari sengatan sinar matahari dan selamat dari penyemprotan bila dilakukan penyemprotan.  Pintar juga nih ulat..

d. Pengendalian

Pengendalian dilakukan berdasarkan karakter dan kebiasaan ulat. Ada dua cara yang dapat kita tempuh :
  • Pada malam hari, pada saat ulat keluar dari persembunyiannya, ulat bisa diambil secara langsung dari tanaman cabe  dan dimusnahkan
  • Penyemprotan dengan insektisida.  Gunakan insektisida organik seperti PHEFOC untuk menyemprotnya. Dosis 6 tutup botol PHEFOC untuk 14 liter air (kapasitas tanki semprot). Lakukan penyemprotan pada malam hari agar effektif disaat ulat keluar dari persembunyiannya

2. Hama Lalat Buah

lalat buahSerangan hama ini dapat menyebabkan buah menjadi rontok dan dapat menyebabkan kita gagal panen. Dan bisa membuyarkan segala impian kita…gawat.

a. Pola Serangan

Hama Lalat buah (Bactrocera dorsalis, B. cucurbitae, B. carambolae) ini dapat bersumber dari buah yang terinfeksi, adanya kepompong di dalam tanah, dari tanaman inang seperti mentimun, belimbing, maupun berasal dari tanaman cabe berdekatan yang sudah terserang
Penyebaran dan penularan sangat mudah terjadi karena lalat merupakan salah satu jenis insect (serangga) yang aktif terbang apalagi pada saat terjadinya peralihan musim.
Serangan biasanya terjadi setelah agak siang, yaitu setelah tanaman kering dari embun pagi.

b. Pengendalian

Beberapa pengendalian dapat kita lakukan :
  • Buah cabe yang sudah rontok atau akan rontok (sudah terserang) dipungut dan dimusnahkan dengan dibakar.  Hal ini dilakukan untuk mencegah dan memutus rantai penularan.  Dalam cabe yang sudah terserang akan banyak mengandung pupa lalat yang nantinya akan memperparah serangan.  Hindari pula menanam cabe terlalu berdekatan dengan tanaman buah misalnya mangga atau belimbing karena tanaman buah juga menjadi target serangan lalat.
  • Perangkap lalat dapat dicoba digunakan, ini dapat anda beli di toko pertanian. Lalat dirangsang untuk memasuki jebakan.  Apabila serangan mulai parah, lakukan penyemprotan menggunakan PHEFOC, disemprot pagi hari sebelum embun di daun mengering.

3. Hama Kutu Daun

Serangan kutu daun (biasanya dari jenis Aphis gossypii dan Myzuspersicae) mirip  vampire, mereka akan menghisap cairan dalam daun sampai habis.  Akibatnya daun mengering dan keriting

a. Pola Serangan

Kutu DaunSelain menghisap cairan dalam daun, hama ini doyan sekali membawa penyakit lain.  Kutu daun akan membawa penyakit lain (sebagai vektor) seperti virus dan mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan yang mengundang datangnya semut dan jamur hingga menimbulkan lapisan hitam seperti jelaga di permukaan daun.
b.  Pengendalian
  • Secara teknis, petik dan musnahkan daun-daun yang sudah terserang.  Hindari menanam cabe yang berdekatan dengan tanaman semangka, melon dan kacang panjang. Perhatikan juga kebersihan kebun.  Penggunaan mulsa perak juga cukup effektif untuk mengendalikan hama ini.
  • Lakukan penyemprotan menggunakan PHEFOC di sore hari agar effektif.

4.  Hama Tungau

Serangan tungau kuning (Polyphagustarsonemus), atau tungau merah (Tetranycus sp) akan Tungaumenyebabkan daun keriting melinting ke bawah seperti bentuk sendok terbalik.  Daun akan kaku dan tebal, pertumbuhan pucuk menjadi terhambat, daun perlahan akan berubah warna menjadi coklat dan akhirnya mati.
a. Pola Serangan dan Penyebaran
Serangan banyak terjadi padamusim kering, di area ternaungi. Nah ini yang perlu diwaspadai, populasi akan meningkat jika kita terlalu banyak menggunakan pestisida atau pupuk daun kimia buatan yang banyak mengandung belerang (sulfur). Penyebaran dapat terjadi melalui tangan para pekerja atau terbawa angin.
b. Pengendalian
Secara teknis lakukan pencabutan tanaman cabe yang sudah terserang parah sedangkan yang belum parah dipotong pucuk-pucuknya. Sisa tanaman yang terserang dibakar agar tidaktungau1 menjangkiti yang lain. Untuk mencegahnya, usahakan areal penanaman cabe tidak berdekatan dengan tanaman singkong. Menjaga kebersihan kebun ternyata effektif mengurangi serangan tungau….bersih pangkal sehat juga berlaku di sini.
Pada serangan hebat, penyemprotan dengan insektisida kurang effektif, namun cukup effektif dengan menggunakan racun tungau tapi berbahaya.  Pengendalian yang disarankan adalah sanitasi yang baik.

5. Hama Thrips atau Trips

ThripsCiri-ciri dari tanaman cabe yang terserang trips pada daunnya akan terlihat garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning hingga kecoklatan dan pertumbuhannya kerdil. Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan trips biasanya menghebat pada musim kemarau. Hama ini juga berperan sebagai pembawa virus dan mudah sekali menyebar.
Pengendalian secara  teknis bisa dengan memanfaatkan predator alami hama ini, seperti kumbang dan kepik. Pemakaian mulsa dan menjaga kebersihan kebun (ingat,..bersih pangkal sehat ya) effektif menekan perkembangannya. Selain itu, rotasi tanaman membantu mengendalikan hama jenis ini. Penyemprotan dilakukan bila serangan meluas. Gunakan PHEFOC dan lakukan penyemprotan pada sore hari.

6. Siput atau Keong Racun

Harap waspada terhadap serangan hama ini, terutama di musim hujan. Pada awalnya mungkin tidak kita sadari serangannya, namun perlahan helai demi helai daun tiba-tiba berubah menjadi kuning dan berguguran.
Jangan membayangkan bahwa ukuran siput yang menyerang dalam ukuran besar (seperti yang sering kita lihat), ukuran siput yang menyerang adalah berukuran sangat kecil alias siput-siput ‘balita’. Lihat gambar berikut, siput kecil ditemukan di bawah daun sedang asyik ‘menyerang’
IMG_20160412_070441
Gambar berikut menunjukkan, lama-lama apabila dibiarkan semua daun menguning dan berguguran :
IMG_20160412_070456
Untuk mengusirnya, coba lakukan penyemprotan dengan PHEFOC ditambah ekstrak cabe. Siput juga ternyata tidak tahan pedas.

Penyakit-penyakit

Waduh, bagaimana ini ? Hama saja sudah cukup banyak, sekarang selain adanya hama ada pula penyakit-penyakit yang dapat menyerang tanaman cabe. Penyakit-penyakit ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur.  Dan parahnya, penyakit-penyakit ini sering berkolaborasi atau berasosiasi dengan datangnya hama. Berikut adalah beberapa penyakit yang perlu kita kenal :

1. Antraknosa (Patek)

a. Pola Serangan dan Penyebaran

antraknosa (patek)Sumber penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Sumbernya dapat berasal dari sisa tanaman sakit atau dari benih yang sudah terinfeksi.  Akibatnya serangan dapat terjadi mulai pada fase pembibitan.  Penyakit ini menyebabkan kecambah layu saat disemaikan. Sedangkan pada fase dewasa serangan menyebabkan mati pucuk, serangan pada daun dan batang menyebabkan busuk kering. Sementara itu, serangan pada buah akan menyebabkan buah menjadi busuk seperti terbakar.
Penyebaran bisa terjadi melalui tangan para pekerja, percikan air, hujan dan angin serta tangan pemetik buah.

b. Pengendalian

Penyakit ini bisa terbawa dari benih atau biji cabe. Pencegahan bisa dilakukan dengan memilih benih yang sehat dan bebas patogen. Lakukan treatment benih dengan memakai PHEFOC dan SOT. Kondisi tajuk jangan terlalu lembab dan jangan terlalu berlebih menggunakan pupuk buatan dengan kandungan Nitrogen (N). Tanah dengan kandungan Ca (Calsium) rendah juga dapat memicu perkembangan. Pengendalian bisa dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan penyemprotan dengan menggunakan PHEFOC.

2. Penyakit Bercak Daun Cercospora

Bercak Daun Cercosporaa. Pola Serangan

Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Ciri-ciri tanaman yang terserang ditandai dengan  terdapatnya  bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan pinggiran coklat pada daun. Bila serangan menghebat daun akan berwarna kuning dan akhirnya berguguran. Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan dimana kondisi kelembaban cukup tinggi.
Penyakit ini menyebar saat jamur masih berupa spora dan bisa dibawa oleh angin, air hujan, hama vektor, dan alat pertanian. Spora jamur juga bisa menempel pada benih atau biji cabe.

b. Pengendalian

  • Pengendalian terbaik adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan memilih benih yang sehat bebas patogen.
  • Merenggangkan jarak tanam juga berguna meminimalkan serangan agar lingkungan tidak terlalu lembab.
  • Pengendalian teknis bisa dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi dengan cara dibakar. Bila serangan menghebat bisa dilakukan penyemprotan fungisida PHEFOC.

3. Penyakit Layu

Serangan penyakit layu ini sangat ditakuti karena sangat sulit dikendalikan.  Penyakit layu ini  bisa ditumbulkan oleh beragam penganggu tanaman seperti berbagai jenis cendawan dan bakteri. Terdapat dua jenis penyakit layu, yaitu layu fusarium dan layu bakteri.
layu fusarium cabe
a. Layu Fusarium
  • Layu yang disebabkan oleh cendawan disebut layu fusarium (gambar kanan). Jenis cendawannya adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Cendawan ini hidup di lingkungan yang masam
  • Layu fusarium dapat bersumber dari sisa  tanaman sakit atau tanah.  Penularan dapat melalui aliran air dan tanah
  • Beberapa pemicu perkembangan penyakit layu fusarium  : tanah berpasir, pupuk N (ZA) yang terlalu terlalu tinggi, kandungan unsur Mn dan Fe dalam tanah terlalu tinggi,  kurang pupuk organik bokashi, tanah kekurangan calsium (Ca), dan jumlah nematoda yang tinggi

b. Layu Bakteri

layu bakteri cabe
  • Sedangkan layu bakteri (gambar kiri) disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan batang.
  • Penyakit bersumber dari tanah
  • Cara menular sama dengan layu fusarium
  • Pemicu perkembangan penyakit layu bakteri dapat disebabkan oleh : lahan yang terlalu basah,  tanah terlalu liat, penggunaan pupuk N (urea) terlalu tinggi, populasi nematoda yang tinggi, atau sebelumnya lahan ditanami tembakau, terung, tomat, atau     cabe yang pernah terserang.
Pengendalian penyakit layu harus diamati dan dianalisa dengan lebih spesifik lagi agar penanganannya bisa lebih tepat dengan memperhatikan pemicu perkembangannya dan harus dilakukan pengendalian secara terpadu sejak mulai pembibitan dan persiapan lahan.

4. Penyakit Keriting Daun atau Mosaik

Mosaic KetimunAsal serangan penyakit mosaik adalah virus Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi kerdil, warna daun belang-belang hijau tua dan hijau muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning.
Penyakit ini bisa menyebar dan menular ke tanaman lain oleh aktivitas serangga. Penyemprotan kimia bertujuan untuk menghilangkan serangga bukan penyakitnya. Untuk mengurangi penyakit, musnahkan tanaman cabe yang kondisinya telah parah terserang.
Pemilhan benih tahan virus membantu menghindari resiko serangan penyakit ini. Hal lain yang bisa membantu mengurangi resiko serangan adalah pemupukan yang baik dan tepat dengan menggunakan SOT dan PHEFOC.

5. Penyakit Virus Kuning

a. Pola Serangan dan Penyebaran

virus kuningPenyakit ini disebabkan oleh Gemini virus  Tanaman cabe yang terserang virus kuning, daun dan batangnya akan terlihat menguning (sesuai dengan namanya..). Penyakit ini disebut juga penyakit bule atau bulai. Penyakit ini bisa dibawa dari benih atau biji dan ditularkan oleh kutu.  Sumbernya bisa dari gulma, atau tanaman sakit lainnya (cabai, tomat)
b. Pengendalian
Penyakit yang disebabkan virus tidak akan mempan dengan penyemprotan racun-racun kimia. Pengendalian harus dilakukan sejak dini, dengan memilih benih unggul dan tahan serangan virus. Selain itu bisa juga dengan membasmi hama yang menjadi vektornya, seperti kutu.
Untuk menaikkan daya tahan tanaman cabe terhadap serangan virus kuning, bisa dengan treatment benih memakai PHEFOC dan mengintensifkan pemupukan, yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair SOT HCS yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap. Tujuannya agar tanaman cabe tumbuh subur sehingga lebih tahan terhadap patogen.

6. Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah

Rebah semai
a. Pola Serangan
Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabe, yakni busuk batang dan busuk kuncup. Busuk batang pada tanaman cabe disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang saat musim hujan dan penyebarannya sangat cepat.
Busuk kuncup disebabkan oleh cendawan Choanosearum sp. Penyakit ini masih jarang dijumpai di Indonesia. Gejalanya, kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan mati.
Pemicu perkembangan penyakit ini dapat berupa :
  • drainase yang kurang baik
  • penggunaan pupuk N (Urea) yang  terlalu tinggi
  • pupuk kandang tidak matang (makanya sebaiknya pakai pupuk bokashi)
  • banyak nematoda
  • sebelumnya lahan ditanam cabe atau mentimun
Penyakit ini bisa dikendalikan dengan mengurangi dosis pemupukan Nitrogen seperti urea dan ZA.  Penggunaan pupuk organik seperti SOT HCS. Kemudian mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara berjalan lancar. Tanaman yang sudah terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar. Penyemprotan bisa dilakukan dengan fungisida PHEFOC.
———
Demikian beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe.  Pengendalian secara terpadu lebih disarankan.  Artinya, pengendalian dilakukan sejak awal pembenihan, penanaman dan pemeliharaan dengan melakukan berbagai cara secara bersamaan.  Pilih bibit yang bagus dan lebih tahan, pengolahan lahan yang baik, penggunaan pupuk bokashi, SOT dan PHEFOC secara seimbang dan tepat, dan jangan melupakan sanitasi lingkungan…karena tetap, bersih pangkal sehat.  Semoga dapat membantu dan sukses…

Daftar Pustaka :
– Djafaruddin, Prof, Ir ‘Dasar-dasar Pengendalian Penyakit Tanaman’, Bumi Aksara, 2008
– Alam tani, hama dan penyakit tanaman cabe
– Anonim, Hama dan penyakit cabai (ppt)

Fauza
Ads